Sekilas Pandang dan Tips Lulus Lancar di IESP FE UNSOED

8 05 2011

Alhamdulillah, hari kamis kemarin tepatnya tanggal 5 Mei 2011, kami ber empat (gw termasuk di dalamnya beserta 3 kawan lain) berhasil lulus dari jurusan IESP FE UNSOED. Meski secara de jure keabsahan kelulusan pada Jumat, 13 Mei 2011, tetapi kami meyakini secara de facto. 😀

Memang sulit untuk menjalani proses ini, tetapi dengan keyakinan pasti bisa deh.Tulisan ini diutamakan untuk kawan-kawan angkatan 2007 atau 2008 yang sedang atau hendak berproses dalam Tugas Akhir. Perlu diingat dan diketahui kembali, Tugas akhir terdiri dari 3 macam kegiatan. Pertama, Seminar hasil. Kedua, Ujian Skripsi. Ketiga, Pendadaran.

Gw disini mencoba untuk ngasih tau beberapa tips dan selayang pandang agar proses ini dapat dilewati sesuai target (jangan kaya gue yang lewat dari target melulu :malus:).

Untuk teman-teman program kelas internasional, sebelum kalian mengajukan judul kalian bisa download form pengajuan judul di sini. Untuk kalian teman-teman reguler, sabar ya, formnya belum di upload :D. Yang perlu di ketahui sebelum pengajuan judul, untuk keefektifan mengerjakan outline hingga proposal, hendaknya hanya mengambil maksimal 9 sks untuk kuliah, hal ini juga menjadi prasyarat untuk mengajukan judul, adapun syarat lain adalah minimal telah menempuh 120 sks perkuliahan, dan tidak ada kewajiban untuk mesti KKN.

Ada tips untuk mengajukan judul, pilihlah konsentrasi studi yang memang benar-benar banyak jurnalnya, dimengerti, dan memang di minati sejak awal perkuliahan. Oleh karena itu, hendaknya jangan mengajukan judul yang diluar kemampuan batas kita.

Selama proses berproposal, rajin-rajinlah berdoa. Semua kehendak di skripsi kalian, nantinya berdasarkan keingingan dan kerendahan hati pembimbing. So pasti, kalo semisal ada banyak revisi, jangan banyak mengeluh. Protes kalo menurut gw malah oke, asal ilmiah. Dosen suka kok sama mahasiswa yang intelektualnya tinggi (gampang di ajak ngobrol deh).

Menurut gw, normalnya 5 bulan kalian bisa sampe seminar, paitnya ya lebih dari itu (kaya gue :malus:). Jangan pernah bersinggungan dengan dosen pembimbing, karena merekalah yang akan mengkantrol nilai kalian di seminar dan ujian skripsi nanti (terutama PS II), murah senyumlah kepada semua dosen (gapapa jadi sok SKSD :D) siapa tau ada satu dari mereka yang bakal jadi dosen penguji di seminar dan ujian nanti.

Dalam mengerjakan skripsi, jangan lupa ikuti panduan skripsi FE Unsoed yak, bisa kalian cek dan pelajari di sini. Kerjakanlah dengan sepenuh hati, karena itu buku yang pertama kali kawan buat.

Nah ada tips nih, kalo memang kalian bener-bener mepet untuk ngejar daftar Pendadaran. Pertama, selang beberapa hari Kawan mendaftar seminar, seminggu kemudian Kawan baru bisa melakukan seminarnya (misal tarulah daftar kamis berarti kamis di minggu depan baru seminar), pastikan hari rabu untuk mendaftar tes TOEFL. Tes ini biasanya diuji setiap Jumat, dan nantinya sertifikat akan keluar pada hari Rabu (berdasarkan pengalaman). Toefl minimal hanya 400, bisa lah! Rajin-rajinlah menonton film luar negeri, kalo ga sekedar kembali membuka buku bahasa inggris SMA.

Nah sebelum seminar, lakukanlah pra-seminar. Di pra-seminar ini jangan tujukan untuk membuat pertanyaan, tapi tujukan kelemahan Kawan dalam kemampuan menganalisis, dan pemilihan kata yang akan di ucapkan. Trust me it’s worth. Ada beberapa dosen yang sudah mengetahui pola seminar yang sudah di atur. Jika kedapetan dosen model beginian, siap-siaplah dicuekin untuk kedepannya.

Di seminar juga nantinya, kalo yang berdompet tebal bisalah untuk membagikan makanan, tapi kalo ga ada ya ga usah di paksakan. Toh, para peserta seminar juga butuh tanda-tangan kehadiran di kartu seminarnya kan ?

Kita lanjut ke step ujian skripsi. Disini kalian akan di uji seberapa jauh pemahaman Kawan tentang skripsi yang telah di buat, kalo bisa udah di lampirkan dengan daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran, dan abstraksi, dan sudah berisikan nomor halaman. Di bagian ini, secara umum dosen pembimbing hanya mendengarkan penuturan dosen penguji, tetapi ada juga yang turut meguji. Jeda waktu antara seminar dan ujian skripsi maksimal 2 minggu secara umum (jangan kaya gw, yang ampir 2 bulan :malus:).

Setelah ujian skripsi, lakukanlah revisi yang diminta, jangan males, kejarlah target Kawan. Setelah melewati bagian ini, mulailah atur kembali kelengkapan KHS, sertifikat TOEFL, slip pembayaran SPP akhir, kartu seminar, dan kartu konsultasi skripsi. Lancar! Pendadaran di depan mata.

Pada saat kalian hendak mendatar pendadaran, jangan lupa untuk menyertkana kartu bebas pustaka baik itu dari UPT Perpustakaan dan PII FE UNSOED. Ga usah pilah-pilih hari, karena nyatanya ujian pendadaran adalah ujian mental, ujian kepekaan teori dengan realitas masyarakat, dan uji seberapa jauh Kawan berdoa. 😀

—————————————–catatan akhir————————————

Biaya Uang

  1. Kertas 2 rim A4 80gram = 31.000 x2 = 62.000 (maksimalkan penggunaan bolak-balik untuk revisi :P)
  2. Penelitian = Tergantung
  3. Daftar Seminar = 60.000 (50 rebu sewa LCD + 10 rebu sewa ruangan)
  4. Cetak Abstraksi = 30.000
  5. TOEFL = 40.000
  6. Bebas Perpus = 85.000 (75 rebu di PII + 10 rebu di UPT)
  7. Cetak Skripsi = 9.000 x 6 buah = 54.000 (1 buat sendiri, 2 buat masing-masing pembimbing, 1 buat daftar pendadaran, 2 buat UPT dan PII)

Total = 331.000 yang pasti-pasti. di sini tergantung banyak amat (terdiri dari: biaya warnet nyari jurnal, biaya fotokopi kalo kertas udah mulai menipis, biaya mondar-mandir BPS atau BI, biaya rawat inap rumah sakit hehehe)

Biaya Waktu (asumsi santai)

  1. Judul – Outline = kisaran 1 minggu
  2. Outline – Proposal = kisaran 12 minggu
  3. Proposal – Hasil = kisaran 3 minggu
  4. Hasil – Seminar = kisaran 2 minggu
  5. Seminar – Ujian = kisaran 2 minggu
  6. Ujian – Pendadaran = kisaran 2 minggu

Total 22 minggu = 5,5 bulan (1 semester kan)

Jangan males, rajin doa, minta restu orang tua, dekati dosen.

Biaya diatas belum di tambah biaya daftar wisuda sejumlah 235 rebu (150 rebu untuk wisuda + 85 rebu untuk pelepasan di fakultas :miris:)

Bagi Kawan yang masih angkatan 2009 dan 2010, aktiflah di organisasi, karena dengan organisasi memudahkan kalian berinteraksi dengan golongan orang-orang yang perlu didekati. Kalo mau dapet penghasilan, jadilah tukang analisis mendadak, tapi jangan gila naro tarifnya kalo enggak mau kena kutukan di prosesnya :D.

Segitu aja, comrads





mana guruku, mana bukuku ?

22 01 2011

kamis, 20 januari 2011.

Seminar hari ini sepertinya bakal berbeda seperti biasanya, mungkin saatnya seseorang profesor dengan doktor akan bertemu, satu meja. satu mendampingi sang pemateri, satu menguji.

Saat itu masih pukul 07.00, cukuplah untuk menyuap nasi ke dalam perut, unuk mengganjal rasa lapar. Materi power p[oint telah disiapkan, laptop telah tersedia. Ok. It`s time to go to campus.

Pukul 08.00, dikejutkan diri ini ketika sang profesor telah datang, semangatnya yang masih muda meski umur sudah tidak terlalu muda, membuat saya malu. Hari yang baik untuk menjelaskan tentang tugas akhir saya ini (dalam hati). Pintu ruang seminar telah terbuka, bertepatan dengan si pemegang LCD jurusan telah datang. (makin manteb aja).

jam 09.00 nanti, seminar ini akan dimulai, nanti di dalam ruang seminar itu akan ada 4 tingkatan pendidikan: profesor, doktor, magister, dan sarjana.Mungkin tepat kiranya, untuk mengantarkan sebuah catatan kelam di negeri ngeri ini, kemiskinan namanya.

Segalanya telah siap, dari materi power point, dan satu persatu teman-teman memasuki ruangan, untuk mendukung saya di ruangan ini. Satu kulit pertumbuhan ekonomi dikupas, melihat determinasinya terhadap kemiskinan, statistik nyata telah diperlihatkan, terlihat sang penguji geleng-geleng (entah apa yang ada di dalam pikirannya). Kulit kedua dikupas, kualitas sumber daya manusia namanya, melihat determinasinya terhadap kemiskinan. Statistik nyata menunjukkan gairah di ruangan, pendidikan dan kesehatan memiliki pengaruh besar untuk mengurangi kemiskinan. Sampai sini segala sesuatu berjalan dengan baik-baik saja.

Penjelasan telah terucap, saatnya time for examiner.

Saya semakin tegang, dimulai dengan perbincangan yang tidak penting, mengenai umur pembimbing dan penguji yang tidak terlampau berbeda. Pertanyaan hampir tidak beda dengan pernyataan, hingga pada kesimpulannya, tidak berlaku lagi teori Prof. Simon Kuznet di Indonesia (dengan kata lain, ketimpangan pendapatan bukan ukuran kemiskinan).

Sampai sini, terlihat ada perbedaan persepsi. Satu melihat dari demografi, sang pembimbing melihat dari arah pembangunan.Tapi demografi bukan konteks yang di maksud dalam tugas akhir ini, lalu apa yang seharusnya di jadikan buku, lalu siapa yang harusnya dipercaya untuk dijadikan teori, lalu bagaimana nasib penelitian terdahulu ynag digunakan acuan ? (siapa yang seharusnya, masuk kotak pengkibirian di sini ?)

Ketidakmengertinya mengenai tahun penelitian yang di anggap terlalu pendek, sudah jelas di jelaskan. Entah apa yang ada dalam pikirannya hingga setiap opini yang terlontar, bisa dianggap teori yang telah memenuhi beberapa syarat. Entah ! Tapi hati ini masih yakin, orang miskin, akan dapat berubah dengan sendiri menjadi tidak miskin, jika ada suatu segi pendidikan, dan kesehatan . Oleh karena itu dana untuk kedua pembentuk SDM itu sangat penting.

Dilematis ? Nilai, dan Target Februari ! Semangat saja

 

 

 





Mati Satu, Tumbuh Lagi

31 12 2010

Banyak yang mati di medan perang, entah itu atas nama siapa. Mungkin mereka mati atas nama Tuhan, ada juga yang mati demi kehormatan, dan ada pula yang mati demi cinta.

Hari ini saya di bunuh oleh cinta, cinta lawan jenis tepatnya. Memang akan hilang sekejap saat mati cintanya, tapi jika cinta ini masih tumbuh, lalu gimana ? Gundah gulana, uring-uringan, listening mp3 broken heart. ga ngaruh. Mati aja . Bego itu namanya.

Emang ga enak di matiin cintanya, apa disana udah mati perasaan, apa disana udah mati gundah gulananya, apa kebalikannya ? sering gundah gulana, lalu saya dimatikan cintanya. Au Ah. Puyeng.

Pepatah Jawa udah sering ngomong, cinta itu datang karena kebiasaan (witing tresno jalaran soko kulino). Dari biasa , berteman, jatuh di mata, turun di hati, nyangkut di ginjal. :D. Enak banget masa-masa itu, dag dig dug rasanya, tapi saat cinta ini dimatikan, apakah tidak terjadi pepatah jawa itu pada diri kami masing-masing? mmmh, iya gak ya ?

Inget jaman perang dulu, mati satu tumbuh seribu, begitu pula dengan cinta, mungkin mati satu, tumbuh lagi (ya iyalah, masa iya ga punya jodoh). Jelas-jelas Tuhan udah janjiin satu pasangan nanti buat teman di Dunia, agar bisa saling menjaga satu sama lain ke surga.

Biarkan cinta mengambang aja (bukan tai di jamban yee), menghanyut mencari pencariannya, membayang dalam ceruk jiwa seseorang, biarkan mengudara seperti nafas yang terhembus.

Berharap cinta yang mati ini, terisi kembali oleh cinta dari sanubarinya, tapi kalo bisa, singkirkan dulu egoisme, singkirkan dulu sifat manja, singkirkan dulu sifat pemarah.

Sudah cukup saya bercerita kepada sesama atas kegundahan ini, tidak usah berprasangka untuk menunggu kembali, lalu kemana hati ini akan mencari ? tak usahlah mencari, karena pasti akan datang sendiri.

Semua itu mungkin akhiran yang buruk untuk akhir tahun, semua itu mungkin menjadi memori di awal tahun yang akan menjadi momen pahit yang tak terbayangkan. Tapi tenang, tahun 2011 tetap dalam keyakinan, akan berjalan mulus tanpa dirimu jua. Berharap keberuntungan juga datang pada mu.

Mungkin Anda akan mengerti arti lingkungan yang sunguh-sungguh mengerti diri Anda 100 persen saat KKN nanti, mungkin Saudari juga akan mengerti lemahnya fisik dan upaya saat mengerjakan skripsi nanti, sehingga Saudari akan mengerti bahwa jalan satu-satunya adalah larut dalam kegembiraan untuk melupakan tugas itu sejenak. Banyak cara, saya akan memberi sedikit info, cara saya adalah menenggelamkan diri dalam permainan strategi perang pada pertengahan malam hari (dini hari).

itu cuman pesan yang tidak tersampaikan dan tak penting juga untuk diketahui, kawan 😀

 





Desember

5 12 2010

Sepertinya bulan ini seperti apa yang di bilang pada pelajaran geografi jama SD, SMP, dan SMA. Bulan yang penuh dengan hujan.

Seperti yang sudah kita ketahui semua, bagi mahasiswa Unsoed, Purwokerto dari jam 15.00 hingga seterusnya selalu di guyur hujan, termasuk tadi malam, sebuah malam minggu yang di lalui dengan hujan, dan untuk pertama kalinya, saya berterimakasih kepada televisi, yang menyuyughkan tayangan menarik, yakni pertandingan Indonesia vs laos pada pertandingan healtan kedua piala AFF 2010.

So exciting and unpredictable moments.

Indonesia being a winner with 6 goals. amazing.

and i hope, i will stand in Istora when Indonesia, goes to final and standing as a champion.

dan di desember ini, one step more to get a graduation.

God with us.





Cerita Sang Jaket Merah

14 10 2010

Kuucapkan selamat malam untuk semua kawan
Hanya ingin berbagi cerita suka dan duka , dalam sebuah kehangatan kopi panas dan kehangatan dari sebuah canda.
Yang terputar bersama sebuah angin malam dari kota yang merindukan, Purwokerto namanya.

Pertama-tama kuliah disini, kita pernah menjejalkan kaki di kota budaya, Jogjakarta. Semua masih muda, semua masih tak kenal satu sama lain. Melangkah pasti untuk sebuah kesuksesan bersama di masa depan (masa kini).

Tak terasa, kita masih bisa menjejalkan kaki kepada daerah lain, meskipun tidak tahu apa itu tempatnya, yang pasti kita bisa merasakan nikmatnya dingin dan permadani hijau dari puncak sakub (2.042 mdpl).

Meskipun gunung tinggi tak dapat diraih hingga kini, setidaknya kita pernah merasakan bersama panasnya pantai pangandaran, panasnya atmosfer dalam gedung G untuk melawan birokrat, nikmatnya berbahasa di pelataran baturaden.

Suka, duka pernah kita jalanin bersama, cinta lokasi pernah melanda pula, adapula yang berkelahi demi rokok semata. Tapi semua itu masih terasa hangatnya hingga kini, entah sampai kapan.

Yang pasti kita masih punya tujuan, yakni lulus bersama, sehingga kenangan dalam balutan jaket merah itu tetap terpendam, terus terkenang, sehingga semuanya itu menjadi manis dalam setiap memori otak.

Masih ada satu rencana, tapi tak perlu diutarakan sekarang.
Masih ada banyak cerita yang bisa diceritakan, yang tak perlu diceritakan sekarang.
Masih banyak kisah lainnya yang tak muat dalam cerita ini.

Sebuah jaket mampu menyatukan kita bersama, meskipun tak mampu untuk menemukan hati dari masing-masing setiap teman, tapi setidaknya satu teman dari kita, mampu menggantikan teman lain. Walaupun kita tidak pernah menduduki bersama-sama posisi penting dari poros mahasiswa, tapi setidaknya kita tidak kalah dengan mereka yang mengidolakan posisi tersebut, karena kita selalu dapat menerima apa yang kita peroleh, kita selalu bisa melaksanakan apa yang dipertanggungjawabkan oleh orang lain.

Kita bisa kawan, kita bisa untuk bercita-cita, karena kita manusia biasa yang selalu dilingkarin oleh mimpi-mimpi.

Terlepas dari itu semua, kita perlu lulus untuk membuktikan kepada orang tua, bahwa kita bukan semena-mena dalam membuang uang yang mereka berikan, bukan semena-mena dalam setiap waktu yang terbuang, tapi membuktikan bahwa setiap menit bersama, kita adalah manusia yang selalu bermimpi, untuk menjadi besar di kemudian hari, menjadi para pemimpin dari mahasiswa yang selalu berlingkar dalam kepentingan birokrasi.

Satu Jiwa
Iesp Internasional 2006