Merasa Terbodohi, atau Salah Pilih (ah lagi lagi urusan kerjan tak usai usai)

25 04 2015

Hari ini aku merasa sebagai orang terbodoh se-dunia, bagaimana bisa gue ngelolosin kandidat menjadi karyawan aktif, yang keaktifannya hanya hitungan jari. 12 hari. Ckckc.

Seharusnya 15 hari, namun 2 hari izin dikarenakan sakit, 1 hari proses pelengkapan berkas. Bukan tanpa proses yang mudah kalo gw pikir pikir untuk ngisi fungsi kerja yang lowong ini. Proses interview berjalan baik, pertanyaan mendalam bisa teratasi, dari segi komunikasi sudah barang pasti, dengan sertifikat ketua humas sebuah acara HIMA perguruan tinggi terfavorit di negeri ini pernah di daulatnya.

Proses psikotest pun, kami sebagai user disarankan oleh tim penguji, dan medcheck nya pun FIT. Entah kenapa kegalauan gw dimulai hari ini di Jumat, dimana biasanya hari kesabaran lain memang ada selain hari Senin.

Dia izin pulang, karena mengantuk

di pukul 09.30, dimana jam kerja baru berlangsung 1 jam.

Ga tau gue musti pasang emot kaya gimana.

13 hari, 104 jam aktivitas, proses training seperti di bawah ini:
1. Hari ke 1 dan 2: lebih terlibat dalam pengenalan proses kerja (ybs menunjukkan tanda-tanda “agar memahami, aku harus menulis, tapi gemar memainkan asusnya dg wa nya)
2. Hari ke 2 dan 3: ijin sakit (info ysb, 1 rumah sakit semua)
3. Hari ke 4: training singkat produk (ada kendala, bau badan terhempas, masih sibuk dengan asusnya)
4. Hari ke 5: training proses alur (ybs menunjukkan upaya besar, membuat alur diagram di MS. Word, beserta diagram alirnya, kami perhatikan baju yang digunakan adalah sama dengan yang kemarin, asus sudah disimpan setelah diingatkan)
5. Hari ke 6: training tera (ybs sudah tidak menulis seperti biasa, menunjukkan rasa kantuk, dan sesekali gelisah kesana kemari)
6. Hari ke 7: percobaan tanpa pengawaaan untuk tera (ybs bertanya bagian mana yang harus dikerjakan, bau badan masih sama, catatan sudah mulai usang)
7. Hari ke 8: Training hitungan, prosedural (ybs terlihat tidak menyerap, membaca pun terlihat sulit, seperti kantuk berat)
8. Hari ke 9: Review 8 hari pertama (blas, ybs tampak kesulitan)
9. Hari ke 10: Coaching dan Re-training, (komunikasi makin ngelantur, makin mengantuk, bahkan saat diberikan contoh pekerjaan inti yang ada limited time nya tertidur)
10. Hari ke 11: Praktek, ybs request praktek, karena theory terus (ybs sering diperhatikan meracau, menopang dagu, menutup mata, gelisah keluar masuk ruangan)
11. Hari ke 12: Praktek lagi (keluar masuk ruangan sudah diketahui, ybs berkomunikasi dengan sms kini, entah dg siapa, saya sudah mengetesnya, meng-sms-nya, kemudian dia keluar ruangan, ybs terlalu manja untuk seukuran umurnya, memintakan di bukakan pintu oleh tim lainnya, 2 hari berturut-turut)
12. Hari ke 13: Praktek pekerjaan inti (gelisah karena mengantuk, menyeracau, dan kejadian itu terjadi)

Meminta ijin pulang dikarenakan mengantuk

Gw: “memang tidur jam berapa?”
Ybs :”jam 7 malam, sepulang dari sini”
Gw: “kok bisa ngantuk tapi jam segini, masih pagi ini”
Ybs: “saya ga tau mas, saya pernah kaya gini juga, cuman ini kambuh lagi, saya ga tau, ini knp ngantuk sekali” *oktan tinggi
Gw: “lah yang tau badan kamu kan kamu sendiri, jangan jangan kamu sakit?”
Ybs: “enggak mas, saya ga sakit, mata saya berat banget, udah ya mas saya izin pulang”
Gw: “saya ga ada kewenangan, sana hadap ke pimpinan”
Ybs: “Bu, saya izin yah?”
Bos: “cuitijsjsidiekejslkdhegq *hampir sama laah
Ybs:” ok ya saya izin dulu”
Gw: “heh, entar dulu (saya ga mendengar ada izin dr pimpinan), elo ngantuk apa ngantuk dibuat buat, elo ngantuk sekai kali gpp, tiap hari gimana, dari kemaren ngantuk aja”
Ybs: “ya saya tau ga mas, ngantuk ini dateng terus”
Gw: “ya, gw juga jadi bingung, kalo gini terus, ga mungkin kan saya harus cek sampai ortu kamu”
Ybs: “ya terserah mas deh, gimananya? Saya nya izin dulu ya, sapa tau senin udh baikan”
Gw: *sambil ketawa ngeliatin gesture, raut muka “heh mas, yakin senen bisa? saya ga yakin, kamu seperti ini udh berapa hari, jika tidak sanggup tidak apa, katakan dalam tulisan”
Ybs: “oke deh, mungkin saya nya jg ga cocok, nanti coba ya, saya pulang dulu”

Berlalu

Malam hari gw coba cek beberapa website, dengan mencari contoh penyakit ciri-ciri meracau tidak jelas, tidak stabil emosi, mudah ngantuk, gelisah, kurang menjaga kebersihan, kurang minum air

Hasilnya ada 3:
1. Meningitis
2. Sapi gila
3. Sindrom kelelahan akut atau mudah mengantuk

Penjelasan dan pengerucutan yang mendekati:
1. Ybs ga ada tanda tanda ruam merah seperti di meningitis, tapi kaku kuduk bisa jadi, karena hampir sebagian besar waktu duduknya di habiskan dengan menopang dagu, demam tinggi di hari ke dua kerja tiba tiba panas banget bisa juga ke arah meningitis, pusing berat berhari hari pun tidak menurut dia, hanya pada saat demam itu saja.
2. Sapi gila, kayaknya sih ga mungkin, gejalanya kan tidak peduli akan kebersihan badannya, apatis, mudah marah, pelupa dan bingung. Beberapa penderita merasakan mudah lelah, mengantuk, tidak bisa tidur atau kelainan tidur lainnya. Kemudian gejala-gejalanya dipercepat, biasanya jauh lebih cepat dari pada penyakit Alzheimer, sampai penderita betul-betul pikun. Tapi kata sumber, Indonesia sudah bebas penyakit ini. Hampir mendekati sangat, bingung, mudah ngantuk, tidak stabil emosi, meracau tidak jelas. Tapi udah bebas kan di Indonesia ga ada, ga mungkin lah ya.
3. Mungkin selama ini ybs, berbohong, tidur panjang tapi mengantuk di keesokan paginya, tapi mudah mengantuk atau hypersomnia adalah penyebab salah 1 sindrom ini, bisa jadi dan sangat masuk akal, dari sumber ini, dehidrasi dan kurangnya minum adalah satu dua faktor lain sindrom ini.

Ah entahlah, ga biasa saya bahas unsur klinis, anjurkan saja ya ke orang tua nya untuk di cek up medis, berbahaya, karena ketiga penyakit ini menyebabkan kematian.

Saya juga ga bisa menggaransi, ybs senin esok akan tidak datang. We’ll see. Yang saya tahu, ketiga penyakit ini terangkum dalam 2 kata, gangguan syaraf. Yang berujung instabilitas emosional. Saya yakin, ybs mengkonsumsi obat, entah terlarang, atau depressan, kita anggap dia jujur, bisa jadi pagi minum obat, akhirnya mengantuk, atau memang ini penyakit yang inkubasinya lama, baru terjadi efek sekarang, karena dahulu menurut penjelasan ybs diatas, pernah terjadi. Wallahu alam.

Sudah saatnya proses rekrutmen itu tidak hanya seputar wawancara yang ingin tahu positif negatif, semangat atau tertekan, jujur atau tidak, juga tidak hanya dengan lihat psikotest yang merencanakan raihan potensi semata, atau medical checkup yang hanya one day result afternoon.

Sudah saatnya, potensi akademik, mengetes juga potensi kejiwaan seseorang, potensi penyakit turunan, standar interview pun tidak hanya di ruangan bebas bicara, tapi family interview sepertinya sudah saatnya untuk kita gencarkan.

Daoakan saya ya yang harus menggebuk diri lagi ntar di hari senin. Happy weekend.

Salam

Struggle continuous





Sekilas Pandang dan Tips Lulus Lancar di IESP FE UNSOED

8 05 2011

Alhamdulillah, hari kamis kemarin tepatnya tanggal 5 Mei 2011, kami ber empat (gw termasuk di dalamnya beserta 3 kawan lain) berhasil lulus dari jurusan IESP FE UNSOED. Meski secara de jure keabsahan kelulusan pada Jumat, 13 Mei 2011, tetapi kami meyakini secara de facto. 😀

Memang sulit untuk menjalani proses ini, tetapi dengan keyakinan pasti bisa deh.Tulisan ini diutamakan untuk kawan-kawan angkatan 2007 atau 2008 yang sedang atau hendak berproses dalam Tugas Akhir. Perlu diingat dan diketahui kembali, Tugas akhir terdiri dari 3 macam kegiatan. Pertama, Seminar hasil. Kedua, Ujian Skripsi. Ketiga, Pendadaran.

Gw disini mencoba untuk ngasih tau beberapa tips dan selayang pandang agar proses ini dapat dilewati sesuai target (jangan kaya gue yang lewat dari target melulu :malus:).

Untuk teman-teman program kelas internasional, sebelum kalian mengajukan judul kalian bisa download form pengajuan judul di sini. Untuk kalian teman-teman reguler, sabar ya, formnya belum di upload :D. Yang perlu di ketahui sebelum pengajuan judul, untuk keefektifan mengerjakan outline hingga proposal, hendaknya hanya mengambil maksimal 9 sks untuk kuliah, hal ini juga menjadi prasyarat untuk mengajukan judul, adapun syarat lain adalah minimal telah menempuh 120 sks perkuliahan, dan tidak ada kewajiban untuk mesti KKN.

Ada tips untuk mengajukan judul, pilihlah konsentrasi studi yang memang benar-benar banyak jurnalnya, dimengerti, dan memang di minati sejak awal perkuliahan. Oleh karena itu, hendaknya jangan mengajukan judul yang diluar kemampuan batas kita.

Selama proses berproposal, rajin-rajinlah berdoa. Semua kehendak di skripsi kalian, nantinya berdasarkan keingingan dan kerendahan hati pembimbing. So pasti, kalo semisal ada banyak revisi, jangan banyak mengeluh. Protes kalo menurut gw malah oke, asal ilmiah. Dosen suka kok sama mahasiswa yang intelektualnya tinggi (gampang di ajak ngobrol deh).

Menurut gw, normalnya 5 bulan kalian bisa sampe seminar, paitnya ya lebih dari itu (kaya gue :malus:). Jangan pernah bersinggungan dengan dosen pembimbing, karena merekalah yang akan mengkantrol nilai kalian di seminar dan ujian skripsi nanti (terutama PS II), murah senyumlah kepada semua dosen (gapapa jadi sok SKSD :D) siapa tau ada satu dari mereka yang bakal jadi dosen penguji di seminar dan ujian nanti.

Dalam mengerjakan skripsi, jangan lupa ikuti panduan skripsi FE Unsoed yak, bisa kalian cek dan pelajari di sini. Kerjakanlah dengan sepenuh hati, karena itu buku yang pertama kali kawan buat.

Nah ada tips nih, kalo memang kalian bener-bener mepet untuk ngejar daftar Pendadaran. Pertama, selang beberapa hari Kawan mendaftar seminar, seminggu kemudian Kawan baru bisa melakukan seminarnya (misal tarulah daftar kamis berarti kamis di minggu depan baru seminar), pastikan hari rabu untuk mendaftar tes TOEFL. Tes ini biasanya diuji setiap Jumat, dan nantinya sertifikat akan keluar pada hari Rabu (berdasarkan pengalaman). Toefl minimal hanya 400, bisa lah! Rajin-rajinlah menonton film luar negeri, kalo ga sekedar kembali membuka buku bahasa inggris SMA.

Nah sebelum seminar, lakukanlah pra-seminar. Di pra-seminar ini jangan tujukan untuk membuat pertanyaan, tapi tujukan kelemahan Kawan dalam kemampuan menganalisis, dan pemilihan kata yang akan di ucapkan. Trust me it’s worth. Ada beberapa dosen yang sudah mengetahui pola seminar yang sudah di atur. Jika kedapetan dosen model beginian, siap-siaplah dicuekin untuk kedepannya.

Di seminar juga nantinya, kalo yang berdompet tebal bisalah untuk membagikan makanan, tapi kalo ga ada ya ga usah di paksakan. Toh, para peserta seminar juga butuh tanda-tangan kehadiran di kartu seminarnya kan ?

Kita lanjut ke step ujian skripsi. Disini kalian akan di uji seberapa jauh pemahaman Kawan tentang skripsi yang telah di buat, kalo bisa udah di lampirkan dengan daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran, dan abstraksi, dan sudah berisikan nomor halaman. Di bagian ini, secara umum dosen pembimbing hanya mendengarkan penuturan dosen penguji, tetapi ada juga yang turut meguji. Jeda waktu antara seminar dan ujian skripsi maksimal 2 minggu secara umum (jangan kaya gw, yang ampir 2 bulan :malus:).

Setelah ujian skripsi, lakukanlah revisi yang diminta, jangan males, kejarlah target Kawan. Setelah melewati bagian ini, mulailah atur kembali kelengkapan KHS, sertifikat TOEFL, slip pembayaran SPP akhir, kartu seminar, dan kartu konsultasi skripsi. Lancar! Pendadaran di depan mata.

Pada saat kalian hendak mendatar pendadaran, jangan lupa untuk menyertkana kartu bebas pustaka baik itu dari UPT Perpustakaan dan PII FE UNSOED. Ga usah pilah-pilih hari, karena nyatanya ujian pendadaran adalah ujian mental, ujian kepekaan teori dengan realitas masyarakat, dan uji seberapa jauh Kawan berdoa. 😀

—————————————–catatan akhir————————————

Biaya Uang

  1. Kertas 2 rim A4 80gram = 31.000 x2 = 62.000 (maksimalkan penggunaan bolak-balik untuk revisi :P)
  2. Penelitian = Tergantung
  3. Daftar Seminar = 60.000 (50 rebu sewa LCD + 10 rebu sewa ruangan)
  4. Cetak Abstraksi = 30.000
  5. TOEFL = 40.000
  6. Bebas Perpus = 85.000 (75 rebu di PII + 10 rebu di UPT)
  7. Cetak Skripsi = 9.000 x 6 buah = 54.000 (1 buat sendiri, 2 buat masing-masing pembimbing, 1 buat daftar pendadaran, 2 buat UPT dan PII)

Total = 331.000 yang pasti-pasti. di sini tergantung banyak amat (terdiri dari: biaya warnet nyari jurnal, biaya fotokopi kalo kertas udah mulai menipis, biaya mondar-mandir BPS atau BI, biaya rawat inap rumah sakit hehehe)

Biaya Waktu (asumsi santai)

  1. Judul – Outline = kisaran 1 minggu
  2. Outline – Proposal = kisaran 12 minggu
  3. Proposal – Hasil = kisaran 3 minggu
  4. Hasil – Seminar = kisaran 2 minggu
  5. Seminar – Ujian = kisaran 2 minggu
  6. Ujian – Pendadaran = kisaran 2 minggu

Total 22 minggu = 5,5 bulan (1 semester kan)

Jangan males, rajin doa, minta restu orang tua, dekati dosen.

Biaya diatas belum di tambah biaya daftar wisuda sejumlah 235 rebu (150 rebu untuk wisuda + 85 rebu untuk pelepasan di fakultas :miris:)

Bagi Kawan yang masih angkatan 2009 dan 2010, aktiflah di organisasi, karena dengan organisasi memudahkan kalian berinteraksi dengan golongan orang-orang yang perlu didekati. Kalo mau dapet penghasilan, jadilah tukang analisis mendadak, tapi jangan gila naro tarifnya kalo enggak mau kena kutukan di prosesnya :D.

Segitu aja, comrads





M E N Y E R A H

2 02 2011

Mimpi di Bulan Maret belum sepenuhnya menjadi abu …

Sebetulnya masih bisa, jika segala sesuatunya berjalan dengan konstan dan seirama seperti :

1. Pengajuan Diri Untuk Ujian Skripsi Normal : Tidak terlalu banyak hambatan, dosen baik Sekretaris Jurusan, Pembimbing, Penguji dalam keadaan yang FIT, dan TIDAK BERHALANGAN HADIR PADA WAKTU YANG TELAH DI JADWALKAN

2. Nilai Ujian Skripsi berjalan Normal : Administrasi Jurusan dalam kondisi yang FIT, dan TIDAK BERHALANGAN HADIR PADA WAKTU YANG TELAH DI JADWALKAN, serta dosen tidak lama-lama memberikan NILAI

3. Andaikan no 1-2 berjalan dengan baik, masih ada prosedural meminta tanda tangan di atas 4 buah skripsi hasil penjilidan, penjilidan saja memerlukan waktu 3 hari (PALING MURAH), dan KAJUR beserta dosen yang wajib menandatangani FIT, dan TIDAK BERHALANGAN HADIR.

4. Sertifikat Toefl : Meski Nilai sudah keluar, entah lulus atau tidak, tapi yang pasti proseural jadi tidaknya sertifikat sekiranya memerlukan waktu 2 hari , itu pun dalam kondisi pengelola LAB BAHASA FIT

5. Kesiapan cek transkrip akhir untuk Pendadaran : meski Slip SPP udah ada, tapi masih ada cetak foto dan tetek bengek lainnya, Cetak Foto aja, memerlukan waktu 4 jam kira-kira (kondisi tempat foto SEPI), Bapendik  memerlukan waktu verifikasi transkrip (TIDAK BISA DI PASTIKAN), meski bisa dipastikan (MASIH ADA YANG TIDAK BISA DI PASTIKAN – YAKNI ADA TIDAKNYA PD I di KAMPUS UNTUK MEMBUBUHI TTD).

6. oke, yakin bisa lulus MARET ini dengan kata lain harus Yudisium paling lambat tgl 21 Februari 2011, ini bisa terjadi jika KAPRODI DALAM KONDISI FIT DAN TIDAK BERHALANGAN ADA DI KAMPUS.

7. Faktor-faktor yang mempengaruhi banyak tidaknya revisi, banyak tidaknya masalah (INI DITUNTASKAN DENGAN BANYAK BERDOA SAJA).

—————————————***——————————————–

beberapa poin di atas, adalah faktor – faktor yang mempengaruhi deadline seseorang mahasiswa (FAKTOR X) dalam mentargetkan sesuatu UNTUK LULUS. Dan kiranya, bisa dianggap penting, agar mimpi-mimpi yang telah dibuat tidak menjadi berantakan akibat FAKTOR X tidak diperhatikan, mengingat dan menimbang aparatur yang ada di kampus ini terkadang sering menjengkelkan, dan seakan-akan sudah berkroni untuk melumpuhkan semangat mahasiswanya. Semoga saja tidak terjadi kepada semua teman-teman.

plan First, do Then

and don’t forget, always pray, so ALLAH will be in right us

keep struggle 😀

 





mana guruku, mana bukuku ?

22 01 2011

kamis, 20 januari 2011.

Seminar hari ini sepertinya bakal berbeda seperti biasanya, mungkin saatnya seseorang profesor dengan doktor akan bertemu, satu meja. satu mendampingi sang pemateri, satu menguji.

Saat itu masih pukul 07.00, cukuplah untuk menyuap nasi ke dalam perut, unuk mengganjal rasa lapar. Materi power p[oint telah disiapkan, laptop telah tersedia. Ok. It`s time to go to campus.

Pukul 08.00, dikejutkan diri ini ketika sang profesor telah datang, semangatnya yang masih muda meski umur sudah tidak terlalu muda, membuat saya malu. Hari yang baik untuk menjelaskan tentang tugas akhir saya ini (dalam hati). Pintu ruang seminar telah terbuka, bertepatan dengan si pemegang LCD jurusan telah datang. (makin manteb aja).

jam 09.00 nanti, seminar ini akan dimulai, nanti di dalam ruang seminar itu akan ada 4 tingkatan pendidikan: profesor, doktor, magister, dan sarjana.Mungkin tepat kiranya, untuk mengantarkan sebuah catatan kelam di negeri ngeri ini, kemiskinan namanya.

Segalanya telah siap, dari materi power point, dan satu persatu teman-teman memasuki ruangan, untuk mendukung saya di ruangan ini. Satu kulit pertumbuhan ekonomi dikupas, melihat determinasinya terhadap kemiskinan, statistik nyata telah diperlihatkan, terlihat sang penguji geleng-geleng (entah apa yang ada di dalam pikirannya). Kulit kedua dikupas, kualitas sumber daya manusia namanya, melihat determinasinya terhadap kemiskinan. Statistik nyata menunjukkan gairah di ruangan, pendidikan dan kesehatan memiliki pengaruh besar untuk mengurangi kemiskinan. Sampai sini segala sesuatu berjalan dengan baik-baik saja.

Penjelasan telah terucap, saatnya time for examiner.

Saya semakin tegang, dimulai dengan perbincangan yang tidak penting, mengenai umur pembimbing dan penguji yang tidak terlampau berbeda. Pertanyaan hampir tidak beda dengan pernyataan, hingga pada kesimpulannya, tidak berlaku lagi teori Prof. Simon Kuznet di Indonesia (dengan kata lain, ketimpangan pendapatan bukan ukuran kemiskinan).

Sampai sini, terlihat ada perbedaan persepsi. Satu melihat dari demografi, sang pembimbing melihat dari arah pembangunan.Tapi demografi bukan konteks yang di maksud dalam tugas akhir ini, lalu apa yang seharusnya di jadikan buku, lalu siapa yang harusnya dipercaya untuk dijadikan teori, lalu bagaimana nasib penelitian terdahulu ynag digunakan acuan ? (siapa yang seharusnya, masuk kotak pengkibirian di sini ?)

Ketidakmengertinya mengenai tahun penelitian yang di anggap terlalu pendek, sudah jelas di jelaskan. Entah apa yang ada dalam pikirannya hingga setiap opini yang terlontar, bisa dianggap teori yang telah memenuhi beberapa syarat. Entah ! Tapi hati ini masih yakin, orang miskin, akan dapat berubah dengan sendiri menjadi tidak miskin, jika ada suatu segi pendidikan, dan kesehatan . Oleh karena itu dana untuk kedua pembentuk SDM itu sangat penting.

Dilematis ? Nilai, dan Target Februari ! Semangat saja

 

 

 





Cerita Sang Jaket Merah

14 10 2010

Kuucapkan selamat malam untuk semua kawan
Hanya ingin berbagi cerita suka dan duka , dalam sebuah kehangatan kopi panas dan kehangatan dari sebuah canda.
Yang terputar bersama sebuah angin malam dari kota yang merindukan, Purwokerto namanya.

Pertama-tama kuliah disini, kita pernah menjejalkan kaki di kota budaya, Jogjakarta. Semua masih muda, semua masih tak kenal satu sama lain. Melangkah pasti untuk sebuah kesuksesan bersama di masa depan (masa kini).

Tak terasa, kita masih bisa menjejalkan kaki kepada daerah lain, meskipun tidak tahu apa itu tempatnya, yang pasti kita bisa merasakan nikmatnya dingin dan permadani hijau dari puncak sakub (2.042 mdpl).

Meskipun gunung tinggi tak dapat diraih hingga kini, setidaknya kita pernah merasakan bersama panasnya pantai pangandaran, panasnya atmosfer dalam gedung G untuk melawan birokrat, nikmatnya berbahasa di pelataran baturaden.

Suka, duka pernah kita jalanin bersama, cinta lokasi pernah melanda pula, adapula yang berkelahi demi rokok semata. Tapi semua itu masih terasa hangatnya hingga kini, entah sampai kapan.

Yang pasti kita masih punya tujuan, yakni lulus bersama, sehingga kenangan dalam balutan jaket merah itu tetap terpendam, terus terkenang, sehingga semuanya itu menjadi manis dalam setiap memori otak.

Masih ada satu rencana, tapi tak perlu diutarakan sekarang.
Masih ada banyak cerita yang bisa diceritakan, yang tak perlu diceritakan sekarang.
Masih banyak kisah lainnya yang tak muat dalam cerita ini.

Sebuah jaket mampu menyatukan kita bersama, meskipun tak mampu untuk menemukan hati dari masing-masing setiap teman, tapi setidaknya satu teman dari kita, mampu menggantikan teman lain. Walaupun kita tidak pernah menduduki bersama-sama posisi penting dari poros mahasiswa, tapi setidaknya kita tidak kalah dengan mereka yang mengidolakan posisi tersebut, karena kita selalu dapat menerima apa yang kita peroleh, kita selalu bisa melaksanakan apa yang dipertanggungjawabkan oleh orang lain.

Kita bisa kawan, kita bisa untuk bercita-cita, karena kita manusia biasa yang selalu dilingkarin oleh mimpi-mimpi.

Terlepas dari itu semua, kita perlu lulus untuk membuktikan kepada orang tua, bahwa kita bukan semena-mena dalam membuang uang yang mereka berikan, bukan semena-mena dalam setiap waktu yang terbuang, tapi membuktikan bahwa setiap menit bersama, kita adalah manusia yang selalu bermimpi, untuk menjadi besar di kemudian hari, menjadi para pemimpin dari mahasiswa yang selalu berlingkar dalam kepentingan birokrasi.

Satu Jiwa
Iesp Internasional 2006





Koperasi [nasibmu] !

26 09 2010

Hari ini gue didaulat untuk motret kegiatan salah satu koperasi di lingkungan kampus Unsoed.

Dulu bernama Kopma Unsoed, sekarang berubah nama menjadi KopKun (koperasi Kampus Unsoed). Itung itung buat ngisi waktu luang, dan menebalkan dompet, ya take it lah ..

Didalamnya, ada beberapa hal yang menarik yang perlu di share bersama-sama kawan-kawan strugglemoment ini. Hal yang terkadang menjadi ambigu di negara lain.

Pertama adalah, Purwokerto adalah kota yang pertama dimana koperasi berdiri di Indonesia.

Kedua adalah, Koperasi adalah tempat kolektif agar kita bisa menjadi mandiri dan terus kreatif.

Ketiga adalah, dengan berkooperasi, kita dapat menjadikan semangat menjadi modal.

Keempat adalah, Koperasi kampus Unsoed mau didepak dari tempatnya. sekarang.

Nah yang ini , fakta keempat yang perlu jadi pertanyaan dari ambiguitas di negara lain. Menurut penuturan pembicara yakni Pak Ilham (Departemen Luar negeri DEKOPIN) , waktu itu Jepang bertanya kepada ketua KopKun, mengapa KopKun menyewa tempat, bukankah dengan adanya koperasi dalam lingkungan kampus akan menjadikan mahasiswa lebih kreatif dan menumbuhkan ide-ide segar khas mahasiswa.

Itu lah nasib koperasi di kota ini, kota yang melahirkan sebuah sistem baru perekonomian di Indonesia yang bernama koperasi.

Penulis saat ini belum mendaftar sebagai anggota koperasi tersebut, tetapi ada niatan dari penulis untuk segera bergabung dengan lumbung perekonomian masa kini (menurut penulis yang notabene anak ilmu ekonomi).

wassalam





sudah, sedang atau belom merdeka !!!

16 08 2010

mungkin setiap bulan Agustus kita selalu di dengungkan oleh ucapan Proklamasi dari Bung Karno, mungkin dari kita juga masih sering mendengar atau masih menghafal bait dari pembukaan undang-undang dasar 1945 . Sebuah Tujuan negara ada di situ semua, pertanyaannya adalah apa negara ini telah mencapai semua tujuan itu ??
Jawabannya pasti belum kawan !!!

Hampir 60 % dari data statistika, masyarakat kita masih di bawah kemiskinan, mengapa ? padahal angka kemiskinan selalu turun dari tahun ke tahun ! karena rata-rata dari mereka masih berpendapatan di bawah GKM (garis kemiskinan) dengan pendapatan rata-rata di bawah Rp 20.000 / hari, coba Anda bandingkan dengan GKM yang ditunjukkan pemerintah ! hanya 12.000 / hari kawan ! apa itu cukup ! turunkan saja GKM nya, maka kita akan di beritakan kemiskinan telah berkurang di negara ini. Sungguh Terlalu !!!

Tapi tak apa, sesuai dengan logika berfikir , tujuan adalah sesuatu yang harus di kejar, dan jika sudah di dapatkan, maka kita tidak punya tujuan lagi, oleh karena itu ada baiknya pemerintah hari ini harus menyediakan pendidikan gratis untuk seluruh lapisan, dari tingkat pendidikan dasar, pertama, menengah, bahkan andaikan bisa hingga jenjang universitas

karena pada dasarnya, pendidikan di berikan kepada manusia untuk memerdekakan manusia itu sendiri !

Oleh karena itu , mari sambut 65 tahun Indonesia ini , dengan semangat penuh bakti kepada pelosok negeri yang belum sempat merdeka, kepada mereka yang dirugikan oleh sistem para pemodal asing, oleh mereka yang telah menggerogoti negeri ini dalam sebuah kelompok bernama koruptor.

Tunduk tertindas, atau Bangkit melawan !!!

Dirgahayu RI ke 65, semoga menjadi negara yang meghargai penduduknya, semoga menjadi negara yang penuh kedamaian, semoga menjadi negara yang selalu menghargai umat manusia !!!