Alysa: sabar menanti kisahnya

3 01 2015

2015 tetot tetot, bunyi terompet mengusik kupingku, deruan knalpot bising memekakkan. Diujung mata kulihat Alysa, bocah putri berwajah manis dan lucu sambil memasang bando devilnya, menyaksikan langit yang memerah.

Seperti kesenangan dia, meski waktu seharusnya memasukkan ia ke dalam ranjang empuknya. Malam memang pada saat itu sedang cerah tidak berhujan kembang api pun tampaknya tak hanya ssekelabatan mata.

Alysa sepertinya tampak ngantuk sekarang, berkali kali mengatupkan tangan ke mulutnya sambil memijat mijat kelopak matanya. Iris matanya yang coklat, bulu mata yang lentik makin membuat ku kagum.

Kini sudah 2015, tak ada bedanya hanya catatan giro dan slip setoran yang mungkin berbeda, namun yang namanya harapan akan selalu ada, seperti dulu dulu, perubahan hanya akan terjadi jika tangan kaki mata telinga hati kulit bekerja untuk meraih sesuatu. Tak ada salahnya beresolusi, sama saja ber nawaitu.

Dan alysa kurebahkan di ranjang empuknya, yakin tak ada perbedaan makna hari dalam dirinya bahkan tahun sekalipun. Hanya kegembiraan yang ada dalam hari harinya.

-mesjid agung Banjar- yang sedang hujan


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: