selaput rindu

20 02 2011

Hujan. tiap rintiknya menemani kegalauan ini. Entah kenapa, galau selalu mengiringi, diikuti oleh lilitan lelah. Melaju diantara sel-sel vena hingga ke lapisan otak yang terdalam.

Sepi, tiada yang menemani. duduk menatap senja yang menghitam, bersatu dalam buaian lamunan. Mencari sebuah terang, menuju sebuah gempita. Ah, hanya igauan. Rindu ini terlalu, mengikat otak hingga tak selaras tangan untuk bergerak, dan kaki pun sulit untuk melangkah.

makin lama dijauhi, makin rindu datang sendiri.

memang sulit, jika rindu sama rumah, beginilah namanya, galau.

 


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: