selamat jalan sobat [in memoriam heldy sofian]

7 12 2010

jam sudah pukuk 3:02 pagi 1 muharom 1423 H.

tulisan jemari yang lembur di malam hari, akan kegatelannya mengisi sebuah diary mayanya, diiringi oleh sebuah ingatan lama tentang ingatan di SMA.

Sosok kurus itu berdiri di sebelahku, sambil tersenyum saat sesi foto bersama buku tahunan sekolah menengah umum negeri 1 cisauk kelas tiga ipa 1. Tak lama ujian datang, serentak kita mengerjakannya, ada yang saling berbagi, ada yang saling tidak mengasihi. Dalam ingatan yang semakin terkikis, ku yakin engkau termasuk golongan yang pertama kawan.

Pengumuman datang, semua senang, berkunjunglah kita ke suatu rumah di belakang kantor pos Puspiptek. Mendengar pepatah-pepatah yang disampaikan oleh bapak empunya rumah, oh iya, aku ingat, itu kita baru tanda tangan sttb, dan lagi-lagi dasar kau, pintar sekali rupanya. Masih ingat untuk urusan yang satu ini, terkadang pelajaran yang sulit terus kau tempa agar semakin mengerti, beda sekali dengan temanku dari Lapan.😀

Manusia-manusia muda penuh talenta dan orang tua telah memenuhi koridor-koridor ruangan di dalam sebuah gedung, entah apa namanya, aku sibuk, dan engkau pun sibuk, hari itu pelepasan smu negeri 1 cisauk angkatan 18. kita lulus, dan lagi-lagi kau duduk bersilakan dengkul di sebelah kiriku.

kawan!

ingat ga, itu pertemuan terakhir kita, pertemuan yang ga akan pernah terulang hingga kita bertemu di taman firdaus kelak.

seperti kata gie

“lebih baik mati muda, daripada mati tua”

kau sungguh beruntung kawan, dosa-dosa mu tak mungkin melebihi dosa kawan-kawan mu ini, dan ku harap saat musim hujan ini, hujan-hujan akan terus membasahi pusaramu, akan terus menyirami taman mu, sehingga kau bisa tidur tenang di alam sana. Tiba-tiba teringat nyanyian kemenanganmu saat memegang gitar seolah sedang didengarkan oleh kita bersama.

“dan mungkin bila nanti, kita kan bertemu lagi, satu pinta ku jangan kau coba tanyakan kembali, rasa yang kutinggal mati, seperti hari kemarin, saat semua disini”

dan kita tak akan bertanya, karena nasib, takdir hanya Allah yang menentukan, dan tentu saja seperti kata gie kembali, nasib paling beruntung adalah tidak untuk dilahirkan.

In memoriam Heldy Sofian

3 Juli 1988 – 2 Desember 2010

Nama Lengkap : Heldy Sofian

Nama Singkat : Ariel

Alamat : Komp. PTPN VII no. 78 Serpong, Tangerang


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: