Cerpen : Dag Dig Dug (Jantung Rasanya Copot)

18 07 2010

prolog romantisme,,
ah apa itu !!
lagu dair bang Tony Q Rastafara mengalir deras di telinga ku, tetapi hanya sebentar saja, karena hanya dalam bayang bayang mimpi semata.
mmmh,,
ya mimpi itu emang ga bisa dilupakan, kenangan sekitar 10 tahun lamanya itu ,, masih saja mengganggu kegelisahan alam sadar ku…
Bencana, musibah, dan hal-hal yang mengganggu psikologi kita hingga saat ini masih berfungsi untuk mengganggu gerak-gerik kita, termasuk percintaan keapda orang lain. Lamunan akan perjalanan sebuah kasih sayang dalam harapan, itulah yang terjadi pada diri saya, kurang lebih 10 tahun lamanya, hingga saya memberanikan diri, mengulas segalanya disini..
Kenangan itu seakan menjadi karat ketika semua terjadi pada semseter pertama saya berkuliah jauh di tanah jawa.. dan rasanya akan menjadi karat untuk selama-lamanya, penampilan dan sosoknya tetap menghantui tidur malam. dan memang ternyata tidak menjadi karat, karena karat itu sudah dibersihkan oleh sejenis baahan kimia dari sebuah perenungan, cerita itu kembali hadir kini, dalam sebuah cerita untuk masa depan. She’s Come Back everybody. dia membangkitkan semangat ku, seperti kata seorang kawan, “lo tuh cinta mati sama dia tau” …
lah tak tahu lah apa yg harus diperbat, semua dokumentasi catatan kini telah hilang, yang ada hanyalah sebuah proses masa depan yang perlu dijalani dan diyakini, jikalau memang jodoh, mau pergi kemana, pun akan bertemu, jika kita berusaha dengan sekuat tenaga, pasti cinta itu akan tumbuh kembali..dan jantung ini pun akan semakin terpompa untuk menjalani kehidupannya, dan akan terpacu sangat keras, ketika parasnya timbul dalam bola mata sang pria. sebuah lelaki yang tak berdaya dalam keberadaan waktu dan ruang.
kehadirannya di sebuah pemandangan jalan, kehadirannya dalam sebuah tembok tembok usang tak bertuan, dan kehadirannya dalam setiap kebohongan yang diperbuat, serta kehadirannya yang menjadi gangguan saat mata memejam, ahhhh,, ingin rasanya menjauhkan, ingin rasanya untuk melupakan, tetapi dag dig dug ini semakin kencang, apa artinya semua ini ??
Sang fajar pun, telah menampilkan pesonanya, hari pun telah beranti, dan senyawa nafasnya masih terdengar dalam setiap dug dug jantung sang pria…

Sebuah cerpen dari Aditya Dwi Prasetyo
Jikalau ingin mengcopy-paste, dipersilahkan, tetapi komentar dahulu diutamakan. Terimakasih


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: