Keynesian Economics

16 06 2010

Keynesian economics merupakan pemikiran dalam ekonomi makro modern yang berkembang dari ide John Maynard Keynes. Keynes menulis buku The Theory of Employment, Interest, and Money tahun 1930an, dan pengaruh pemikirannya sangat kuat di kalangan akademisi dan pembuat kebijakan sampai dengan tahun 1960. Namun demikian pada tahun 1970-an, ekonom Neo Klasik seperti Robert Lucas, Thomas J. Sargent, dan Robert Barro mempertanyakan pemikiran dari revolusi Keynesian. Label “New Keynesian” mengambarkan para ekonom (pada tahun 1980-an) yang merespon dari kritik neo klasik dengan melakukan penyesuaian aliran original Keynesian.
Pokok ketidaksepakatan antara ekonom neo klasik dan Keynesian adalah seberapa cepat upah dan harga melakukan penyesuaian. Para ekonom neo klasik membangun teori ekonomi makro dengan mengasumsikan bahwa upah dan harga adalah fleksibel. Mereka percaya bahwa pada pasar terjadi “market clearing” –keseimbangan supply dan demand- dengan penyesuaian harga yang dengan cepat. Para ekonom Keynesian percaya bahwa model “market clearing” tidak dapat menjelaskan fluktuasi ekonomi dalam jangka pendek, dan mereka menawarkan model dengan “sticky” upah dan harga. Teori Keynesian mengacu pada ketetetapan upah dan harga untuk menjelaskan mengapa terjadi adanya involuntary unemployment dan mengapa kebijakan moneter mempunyai pengaruh yang kuat aktivitas ekonomi.
Tradisi yang panjang dalam ekonomi makro (termasuk kedua perspektif Keynesian dan monetarist) menekankan bahwa kebijakan moneter akan mempengaruhi orang bekerja dan produksi dalam jangka pendek, sebab harga akan merepon sluggishly adanya perubahan dalam money supply. Dalam mengatasi The Great Depression, Presiden Franklin D Roosevelt (FDR) menciptakan The New Deal, yang salah satu programnya adalah menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui proyek-proyek pekerjaan umum di hampir seluruh bagian AS. Salah satu proyek pekerjaan umum yang dicanangkan FDR adalah Tennessee Valley Authority (TVA), yaitu pembangunan dam di Sungai Tennessee dan belasan proyek hidroelektrik di kawasan Tennessee yang merupakan salah satu kawasan termiskin di AS pada saat itu. Sejarah menunjukkan bahwa The New Deal terbukti hasilnya untuk mengatasi The Great Depression. Begitu pula dengan TVA yang mampu menghasilkan sumber listrik, menciptakan hampir 30.000 lapangan pekerjaan baru, dan meningkatkan kesejahteraan penduduk di kawasan Tennessee.

Prinsip penting dalam program-program yang dikembangkan pemerintahan FDR dalam mengatasi The Great Depression adalah intervensi pemerintah pada ekonomi pasar bebas. Prinsip itu merupakan implementasi dari nasihat John Maynard Keynes yang interventionist government policy. Keynesian economics ini pulalah yang diaplikasikan pemerintahan Obama untuk mengatasi krisis ekonomi saat ini.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: