Sosok Anak Negeri (ditindas di sini, dipuja di sana)

5 05 2010

“Ekonomi bagi Sri Mulyani adalah ilmu untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, dengan segala keterbatasan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.”

Negeri ini merupakan negeri berjuta pesona. Delik-delik kehidupan disini selalu penuh dengan kejutan. Dimulai dari pra-kemerdekaan, dimana perjuangan pahlawan dalam merebut kemerdekaan, yang selalu menjadi cerita andalan dalam pidato-pidato Soekarno untuk  menyemangati anak muda Indonesia.

Era Orde baru pun tak kalah seru dengan segala kejutannya, dari dibuatnya pesawat lokal CN-245 buatan PT. Dirgantara Indonesia oleh sang maestro penerbangan Indonesia bahkan dunia Prof. Dr. B.J. Habibie yang kelak menjadi presiden negeri ini.

Kejutan demi kejutan seakan menjadi-jadi ketika hari ini, pemberitaan nasional, internasional, dan jejaring massa memberitakan bahwa, telah dipanggil seorang anak negeri untuk menjadi Managing Director di Bank Dunia. Excellent.

Hari ini dipuja, hari yang lalu ditindas. Ironis. Dunia dengan kompleksitas sistem perekonomiannya di tiap negara yang tentu saja berbeda, dan Sri Mulyani dipercaya untuk bekerja pada posisi tersebut, tentu bukanlah pekerjaan yang mudah.  Ibu 3 anak ini pun akhirnya bersedia untuk menerima panggilan Bank Dunia, dan bersedia untuk mundur dari jabatannya sebagai menteri keuangan. Sebuah posisi tawar bagi Indonesia tentunya, dengan menempatkan seorang anak bangsa di posisi strategis tersebut.

Kasus Century yang melibatkan dirinya, sehingga beliau dianggap sebagai antek neoliberalisme oleh sebagian kalangan, bagi saya, seorang mahasiswa yang masih gemar belajar, sekan-akan politisasi sangat kental dalam prosesnya. Oleh karenanya, saya tidak akan pernah membahas prinsip dari seseorang. Prinsip adalah prinsip, dan ketika prinsip sudah dipegang dan dijalani oleh suatu individu, individu lain tidak berhak untuk menghilangkan prinsip tersebut. Keberangkatanya ke Washington pada 1 Juni nanti, sudah mengisi kolom-kolom berita dengan berbagai opini, salah satu diantaranya “antek neoliberalisme, akhirnya dipanggil kandannya neoliberalisme”.

Sebuah fakta dibawah pimpinan Sri Mulyani, yakni dengan dilakukannya reformasi birokrasi di Kementrian Keuangan, reformasi perpajakan, dan penanganan krisis 2008. Memang dalam setiap kebijakannya, implikasi ekonomi untuk masyarkaat golongan marginal belum terasa hingga ke akarnya. Pendapat saya, manusia ada batasannya, seorang bergelar profesor, dengan berbagai literaltur yang telah dibuatnya tentu saja hanya manusia biasa, yang bisa khilaf, dan saya sebagai salah satu masyarakat Indonesia, telah memaafkan segala sesuatu kekhilafan atas dasar ketidaksengajaan beliau.

Sungguh kejutan untuk negeri ini, mungkin pantas  membuat proyek cermin raksasa, agar seluruh pejabat politik di negeri ini (DPR) mengaca bahwa negeri ini telah kehilangan banyak anak bangsa yang dikagumi dunia., daripada membuang-buang anggaran 1,2 T untuk pembanguna gedung DPR baru. Seluruh intrik politik negeri ini, telah membuat kecut berbagai akademisi, profesional berjiwa nasionalis, seperti B.J Habibie, dan Sri Mulyani tentunya.

Sekali lagi selamat Ibu. Jikalau Anda dosen saya, saya akan meneliti apa yang ibu teliti, sehingga pendapat kita bisa berbeda bisa tidak (tentu itu adalah tantangan buat saya), dan sebagai mahasiswa di sebuah universitas desa, saya menanamkan diri untuk bercita-cita sebagai seorang profesional seperti ibu tentunya, untuk terus membawa nama merah putih di seantero Bumi.

Pesan untuk Ibu Sri Mulyani sebagai Managing Director World Bank 2010-2014 :

  1. Sebagai salah satu pemikir strategi ekonomi di dunia, Pikirkanlah selalu rakyat kecil sehingga diberi kesempatan untuk menaikkan kelas sosialnya.
  2. Semoga Ibu dapat memutihkan utang-utang Indonesia, dengan memberikan penekanan keras kepada IMF
  3. Perlihatkanlah sejarah kelam negeri ini tahun 1965, apakah world Bank terlibat di dalamnya ?
  4. Semoga terus membuat senyum Kartini
  5. Semoga strategi ekonomi World Bank untuk Bumi yang telah rusak ini, dapat lebih bijaksana dengan MENEKAN penurunan emisi foil negara adidaya, penekanan atas illegal logging hutan-hutan di Indonesia, sehingga politkus busuk dan tikus-tikus kantor negeri ini lenyap.
  6. Semoga kembali ke tanah air dengan sehat wal`afiat

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: