Sedikit Kritik Untuk Kesehatan dan Listrik

26 04 2010

Hari ini listrik mati di rumah saya. Tidak beberapa lama, ada kabar dari kostan, bahwa listrik disana juga mati. What a Day for Fishing Hobbiest ???

disini mati, disana mati. Berita-berita menayangkan kenaikan TDL akhir Mei, apa-apan sih itu !!! Gak pantes untuk naik, alesan ekonomi untuk mengurangi subsidi lah jawaban mereka !!!

Alih-alih mengurangi subsidi yang ditakutkan membengkak sungguh keterlaluan, saat dimana-mana pembiayaan subsidi yang berasal dari pajak dikemplang oleh beberapa juru sitanya !!! Luar biasa negara ini.Berita-berita dari menko perekonomian, yang menyatakan tidak diperlukan pemadaman listrik pun, isapan jempol belaka. Sebelum peresmian 15.000 megawatt terlaksana, PLN akan mematikan seluruh Nusantara.. hehe,, itu mungkin saja terjadi BUNG !!! hanya demi satu, Penghematan akan Subsidi.

oh iya, berita juga lagi hangat tentang KA PArahyangan ya… KA yang kalah itu lho dari TOL Cipularang !!! katanya minus mulu pendapatannya. Gampang aja sih PT KAI, kurangi jadwal pemberangkatan, atau turunkan kelas KA Parahyangan… Cukup Bisnis atau kalo perlu ganti ekonomi Saja, agar subsidi untuk KA tetap terpakai.

Beberapa hari terakhir, saya sempat mendapat berita duka. Berita ini sempat terlontar dari seorang kawan di kostan, bercerita dia tentang nasib keluarganya. Akibat kecelakaan, nyawa terenggut. Tapi bukan disitu letak masalahnya, kondisi pasca kecelakaanlah yang menciptakan kematiannya. Alih-alih sang rumah sakit dekat tempat kejadian perkara menyatakan kematiannya, sang polisi dan ambulans pun beriringan mengantarkan ke rumah sakit terdekat rumah korban, pihak keluargapun dihubungi, dilihatnya wajah sang anak yang dalam kondisi tak bernyawa, tapi perasaan seorang ibu yang kuat menyadarkan tangisan keluarganya. Dia belum Tewas. Langung lah si anak dibawa ke Unit Gawat Darurat, setelah terlelap dalam perjalanan Purworejo-Purwokerto-Kamar Mayat, lebih kurang 4 jam setelah dia dinyatakan tewas dari rumah sakit dekat kejadian perkara.

Ironis, nyawa dipertaruhkan, kecelakaan tunggal adalah kondisinya, dimana tidak ada pihak yang ingin bertanggung jawab untuk pembiayaan di rumah sakit, sehingga nyawa manusia dibiarkan melayang. Sang Anak-pun akhirnya tetap dipanggil Yang Maha Kuasa setelah bertempur selama 4 hari dalam masa komanya.

Ya beginilah nasib negeri ini kawan, yang lemah dibiarkan terus lemah, yang lelah akan kalah, dan yang kalah akan secepatnya mati. Tak bisa kita mengejar kuat, dan tak bisa kita melawan yang kuasa. Sorak Sorai lantang di layar kaca pun untuk sebagian saja, hanya untuk dinikmati oleh mereka yang doyan gosip, doyan menceritakan aib orang lain, dan sebuah anekdot canda dari sang kuasa.

Tolong perhatiannya, Penguasa !!!


Aksi

Information

2 responses

26 04 2010
mobil88

wah…wah Artikel yg menarik dan menyegarkan, saya setuju…
Salam hangat dari http://mobil88.wordpress.com
Sukses selalu😀

29 04 2010
Aditya Dwi Prasetyo

makasih mas,,, ada kritik tambahan untuk pemerintah mungkin ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: