Dream will be come true, mamen

13 03 2010

Memori terpenuhi oleh syahwat yang membelenggu, pikiran kacau menyelimuti dirnya, hingga dia berkata “Bisa apa aku, dengan gelar sarjana ?” Gundah sekan meliputi tiap selaput matanya, mengiringi tiap langkahnya, untuk suatu harapan akan kekosongan.

Terperanjat oleh waktu yang semakin mengejarnya, semakin berat rasanya dia mengiringi gerak otak dan gerak jiwa tiap menitnya. Tasbih dan tahlil hampir saja dilupakannya. Kekosongan akan Tuhanlah yang membuat ia meracau tak menentu pada detik itu,

Hari-hari kesunyian telah merasuki batinnya kini, tak ada harapan untuk memulai dari yang baru. Sepi yang terlihatnya. Seakan-akan tidak ada lagi manusia yang melaluinya kini, walaupun ditengah terik mentari dan kelembaban dunia.

“Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhh” isak dia, meracau tak jelas

“Mengapa selalu aku yang disalahkan, Mengapa?? racau tak jelas dia

Identitas sebagai seorang manusia muda, yang biasanya diisi oleh sesuatu yang gemilang, baginya tidak ada lagi kini. Perasaan salah akibat jatuhnya nilai prestasi membuatnya malu kepada orang tuanya, bahkan dunia.

pukul 12.00

“saatnya tidur” batinnya, suara alam yang hening, dan grok-grokan sang kodok membuatnya larut dalam ketidaksadaran jiwa. Dalam mimpinya, ia harus berbuat sesuatu untuk menutupi kekurangannya. Berbuat sesuatu yang dapat membanggakan orantuanya, bahkan dunia. Dalam mimpinya juga, ia menangis dalam mimpinya, mensyukuri apa yang telah ia dapat selama ini, meskipun cinta kepada lawan jenisnya, sampai saat ini belum juga ia temukan.

adzan subuh memanggil

“hah..hah..hah,..”terengah-engah suaranya
dilihatnya beker di tengah kamarnya, langsung saja ia bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, langsung menunaikan sholat subuh. Dalam do’anya kepada Tuhannya, ia bersujud untuk selalu menyanyangi kedua orangtuanya, akan selalu merelakan jiwanya untuk tanah airnya, akan selalu bekerja keras demi nusa bangsanya, dan akan berikhtiar untuk menghadapi kegagalan hari kemarin, untuk mempersiapkan kemenangan di hari esok.

“alhamdulillah…”ucap dia, setelah meraupkan kedua telapak tangannya ke mukanya.
keheningan tatapnya, pesona mukanya kembali, dan ia siap menyambut suatu kemenangan hari ini dan lusa nanti.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: