Sebuah Relaksasi dari Ambiguitas Kehidupan

13 01 2010

Kehidupan ini telah lama saya hidupi, sudah sekitar 21 tahun saya menyadari nafas ini telah berhembus. Dari elokkan kecil sang jabang bayi, hinnga menjadi pria dewasa seperti sekarang ini.
Tidak tersadar ketika kita dari bayi hingga dewasa telah hidup dalam buaian sang Bapak dan Ibu yang selalu mengasihi, yang dengan segala cara menjadikan kita sebagai manusia yang humanis, manusia yangmerasa memiliki manusia lain sebagai Kawan.

Jam waktupun telah bergerak seakan-akan terlalu cepat, hingga tak terasa beberapa kawan menuliskan beberapa cerita tentang kerinduan kasihnya kepada orang tua mereka masing-masing, sudahkah kamu begitu kawan ?

Relaksasi ini adalah sebuah netralitas diri dalam rutinitas rumit dari yang namnya kehidupan, setidaknya hisapan nafas dan aluran pikiran ini terpauseoleh sebuah ambiguitas dari beratnya kehidupan ini. Kehidupan yang begitu aneh, begitu fana hingga kita tidak tahu lagi kehidupan didepannya, sebuah cerita kolosal “akherat namanya.


Aksi

Information

3 responses

22 01 2010
Ags

memang kl di pikir2 dan di rasa2 memang bgitulah k’hidupan,..tp kita harus m’jalani nya dengan p’nuh rasa tanggung jawab,jgn b’putus asa ‘n perlu bnyak2 b’syukur kpd-Nya dan lebih bnyak m’dekatkan diri, dan mengoreksi diri.Stiap m’salah pasti da jln kluarnya…

23 01 2010
momentdesire

makasih… tanggung jawab wajib… klo ngoreksai diri menunggu setelah ada orang lain yang mengkoreksi,, baru kita mengkoreksi, iya gak ??

26 01 2010
ags

ane se-7 ‘n sepakat bos,.. thnx’s

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: