Diantara Waktu, Idealisme, dan Rencana

8 01 2010

Ketiga kata-kata tersebut sedang memutar-mutar di dalam ruangan 3×2,5 cm itu. Sebuah tanda akan suatu keberhasilan atau ketidaksuksesan di masa datang. Keadaanlah yang meghasilkan ketiganya saling berhubungan. Kamar itu masih berlantaikan putih, berdindingkan biru, bermanjakan deruan angin malam dan siang.

Suatu siang yang panas, telah membuat guratan kantuk pada dirinya. Dalam beberapa detik telah menjadi sebuah buaian tidur. Waktu yang sempit untuk belajar bagi pelajar sepertinya. Tak apalah menurutnya, toh masih ada malam yang setia menemani.

Dalam mimpinya dia membayangkan kondisi dirinya kini, membayangkan dirinya yang sejati harus seperti apa, ada 2 hal yang sedang menggangu jalan pikirannya -tanpa negara atau dengan negara-. Sebuah nyanyian malam pun tak mampu membangunkan dirinya, tatkala deruan suara di elektronika itu diikuti getaran jogetnya.

Pemikiran sosialis demokratis dan sosialis libertarian pun masih terpanjangkan oleh nafasnya yang mungkin sudah sangat kantuk, sangat terlelap. Kebisuan seolah menghampiri sejenak kamar itu.

Tak lama, gugatan datang dari seorang kawan dalam impiannya,

sekarang kalo gak ada negara, lo orang apa”,

“Indonesia” jawab seenaknya

“itu negara”,

“itu bangsa” tegasnya

“ok, mengapa?”

“biar gak ada perang, karena gw mikir ngapain ada senjata, karena senjata cuman jadi alat untuk dehumanisasi” jawab lugas dia,

“lalu siapa yang seharusnya bertanggungjawab untuk kemanusiaan disuatu bangsa?

“ya negara lah !”sambil berpikir menjawabnya

“ya sudah, apa bedanya, senjata juga tidak akan dipakai, karena negara tersebut adalah negara demokratis”

Pikiran seorang kawan yang menggugat seketika membangunkannya dari mimpi yang panjang tentang pilihan hidupnya, tidak ada kesimpulan, dan waktu yang mengirinya kini telah menghantarkannya dalam kegelapan rencana awalnya. Sebuah penantian 6 bulan untuk sekedar mengejar kertas buram dan nilai “A”, yakni Ujian


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: