[Review] Balibo 5

28 12 2009

“Film Bunuh Diri Untuk Indonesia” ungkap seorang dosen Universitas ternama Jogja kepada seorang teman.

Mungkin ungkapin tersebut bisa dianggap benar dan tidak.

Film ini menceritahkan kisah antara seorang fretilin (partai di Timor TImur) dengan Kelompok Jurnalis dari Australia. Dikemukakan dalam Film ini yakni Jose Ramos Horta (Oscar Isaac) mencari seorang jurnalis Australia yang akan dipekerajakan sebagai bos di ETNA (Kantor berita Timor-Timor) yakni Roger East (Anthony Lapaglia). Sebagai ulasan awal pada film ini adalah kemerdekaan Timor Leste pada tahun 1975 dari Portugal setelah 400 tahun berada dalam wilayah hukum Portugal. Tidak lama berselang dalam waktu 9 hari dilakukan invasi Indonesia (Seroja) ke Timor-Timur untuk dijadikan nantinya selama 24 tahun sebagai propinsi ke-27 Indonesia.

Sebagai Jurnalis, Roger East dituntut untuk membuka mata dunia yang sangat tidak perduli atas invasi Indonesia ke Timor-Timor. Keperdulian East muncul, setelah Horta menunjukkan sebuah dokumen bahwa telah ada 5 jurnalis muda dari Australia yang telah datang 3 minggu sebelum East datang ke Timor Leste. Keadaan yang semakin mengkhawatirkan didaerah perbatas (Benteng Balibo) dan kekhawatiran akan segera meletusnya peperangan terbuka di Dili, membuat East harus segera menemukan kelima jurnalis muda tersebut.

Dalam pencariannya, East dibantu oleh Horta dan Ximines (Supir yang mengantarkan Jurnalis Muda ke Balibo). Banyak deru senjata yang membuat film dokumenter independen ini seolah sangat dahsyat. Alur cerita yang menjelaskan perjalanan East untuk menemukan jasad ke-5 Jurnalis muda dan Kisah ke-5 Jurnalis Muda dalam peliputan Invasi Indonesia.

Film yang berdurasi hampir 2 jam dan di sutradari oleh Robert Connoly, akhir-akhir ini telah menjadi pesona dalam berbagai festival film internasional, termasuk di Jakarta sendiri. Kebijaksanaan Pemerintah untuk tidak memeprbolehkan penayangan film ini, yang akan membuka luka lama sejarah Indonesia-Australia, dimana pada film ini adalah kisah Pembunuhan wartawan dari Australia oleh Tentara Indonesia.

Setelah menonton film tersebut, setidaknya penulis perlu melihat beberapa versi lain, termasuk dalam kacamata Tentara Indonesia, setidaknya nanti ada gambaran yang jelas bagaimana keadaan pada Oktober 1975 tersebut. Ada beberapa hal yang penulis pahami setelah melihat dengan tuntas film ini adalah :

1. film tersebut diangkat dari sebuah buku Cover Up karya Jill Joliffe yang penulis sendiri belum membacanya

2. film ini sangat memperkaya khasanah penulis dalam wilayah jurnalistik

3. Keraguan akan validnya data yakni rekam video Jurnalis Muda di Balibo sendiri, karena dalam film ini pembaca dapat melihat pita-pita video dibakar bersama jasad Jurnalis muda

4. Andaikan sudah valid, mengapa sampai terjadi penginvasian tersebut. Kemana negara-negara lain untuk mencegah peperangan ini. Apakah ini adalah konspirasi kapitalis terhadap sosok Fretilin yang dianggap Komunis ?

5. Jikalau yang penulis tanyakan benar, maka ini adalah sebuah konsepan lama kapitalis untuk menguasai dunia lewat peran Indonesia sebagai negara pembangunan di kawasan Asia Tenggara

6. Film ini adalah koreksi diri bagi kita bangsa Indonesia, bahwa masih ada sebuah upaya memperjuangkan nilai HAM sebagai hak pokok di dunia sekarang, tuntaskan permasalahan HAM di tanah air


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: