Merakyat dengan Kereta Api Klas Ekonomi

25 12 2009

Kembali kehidupan nyata yang sangat sesak untuk dilalui. hmm

Moda transportasi ala rakyat, ekonomis banget, dan banyak perasaan yang menjadi candu disana. Sebuah candu akibat adanya interaksi sosial yang humanis, dan mengkultur dalam jiwa manusia asli Indonesia. Manusia indonesia identik dengan ramah tamah, senyuman, dan  gotong royongnya. inilah yang mengitikadkan PT. KAI untuk membuat sebuah moda transportasi umum yakni kereta api kelas ekonomi. Sudah lebih dari beberapa tahun terkahir ini, gw hobi mondar-mandir dari satu kota ke kota lain dengan kereta ini. Entah dari yang namanya Sri Tanjung, Logawa, Kahuripan, Bengawan, Progo, Matarmaja. Sudah seluruh rel dari daratan jawa ditempuh oleh saya, dari ujung Merak Banten, hingga banyuwangi di ujung jauh sana. Jalur utara dan Selatan pun sudah habis saya lalui. Tentu saja dengan kereta ekonomi. Banyak ciri khas, paling gampang dilihat dari tata cara penjual yang silih berganti mondar-mandir tanpa lelah menjajakan barangnya.

“Ya beginilah, Kereta rakyat” menurut bapak terlemas setelah anaknya meraung kepanasan

“Duh de, Kasian yaa” seorang ibu mengasihani bapak berkaki satu yang melewati deretan kursi kami barusan

“Maap mas” kata-kata yang ering terlontar di kereta ini

tak sedikit pun candaan yang terlontar dari isi kereta.

“Mijon, Mijon, Mijon, Mijon” tertawa saya mendengarnya, kental aksen asli pribumi yang rumit mengeluarkan huruf “z”


“ewer ewer ewer ewer” sambil menyegirkan gincunya seorang waria bernyanyi

banyak pula yang merasa cemas, mungkin bagi kalian yang baru menaiki kereta ekonomi, sudah pasti cemas dengan banyaknya orang yang silih berganti keluar masuk. Hampir bisa dikatakan tidak ada kenyamanan disana, bohong  kalo ada yang berbicara kereta ekonomi nyaman buat kita. Pengamen bernyanyi seenaknya dengan tampang gaharnya, Penyemprot parfum tidak kalah unik dan menyeramkan tatkala mengeluarkan ancamannya, penyapu dadakan (biasanya ini yg paling dihormatin sebagai asongan kereta api ekonomi) tapi akan sangat menyebalkan saat penumpang sudah dalam keadaan terlelap.

Kereta Api klas Ekonomi, memang begitu, untuk mereka yang berklas ekonomi, memilih jalur hidup ekonomis. Atau mungkin karena nasib yang membuat mereka menjadi orang yang ekonomis. Tidak apalah, setidaknya mereka berkendaraan dengan halal.

Di dalam kereta api klas ekonomi, kita tidak akan menemukan kehausan, karena penjaja minuman kemasan begantian, begitu juga penjaja kopi, tak mau kalah, seorang pekerja PT. KAI pun ikut menawarkan daganannya mondar-mandir silih berganti. Di dalam kereta jenis ini pula, kita tidak akan menemukan wc yang higienis, malah jauh dari ala kadarnya. hanya berupa pispot tergelar, tanpa air, dan jika Anda beruntung, maka Anda akan berdiri dalam pispot besar beralaskan lantai (licin booo)

Tapi sungguh merakyat kereta ini, kita tidak pernah berkenalan, tetapi satu sama lain saling bercerita, sangat mengisi waktu. pengen ngerasain tidur di rumah ? Beli saja koran seribu gelar di karpet jalan kabin, tidur tenang dan akan sangat tidak tenang ketika ada yang menginjak kaki atau kepala Anda.

Ironis, negeri kita sudah 64 tahun merdeka, tetapi masih seperti ini moda transportasinya. Tapi kereta ini akan membawa kita, dan akan berlama-lama menikmati keindahan Nusantara. Karena kereta ini dapat berhenti di selama lebih 1 jam. Lumayanlah bisa ngambil nafas seger.. hehe

Yuk berkereta Api, jangan takut, berikut tipsnya :

1. kalo mau masuk surga, siapin receh yang banyak coz banyak banget yang mnta-minta

2. kalo mau aman, tas yang berat-berat aja ditaro di atas, tas berisi perhiasan, dompet, hp, jadikan satu dalam genggaman

3. siapin air sendiri untuk keperluan beser dan semacamnya

4. jangan terlihat mencolok sebagai orang berduit, selain nantinya sebagai sunggingan tetangga di kabin kereta, atau dijadikan target operasi copet-copet liar

5. Kalo mau pilih tempat duduk, pilih deket ibu-ibu atau bapak-bapak, kalo rame-rame pasti aman

6. Siapin segala cerita, sewaktu-waktu lo bisa kasi tau cerita ke tetangga lo

7. Dinyamanin ajah, konsekuensi jadi orang ekonomis


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: