cerita malam

25 12 2009

Malam telah mengabu, desakan kerongkongan yang mengering makin menjadi-jadi. Sunyi…sunyi sekali di kamar ini. terkadang getaran HP hanya mengagetkanku dalam kesunyian malam pekat yang tak berselimut bintang.

Dulu, bintang itu seakan turun dan menampakkan susunan indahnya menyerupai seorang wanita. Seakan mengikuti perasaanku ini. Bintang itu tak mampu memperlihatkan susunan magisnya lagi seakan-akan hendak menyerupai kekosongan hati ini sekarang.

deru batukku menjadi-jadi, setiap ketikkan terkadang terdengar tarikkan nafas yang tertahan kotoran yang ada pada batangnya. Semua menjadi-jadi, saat bisingan wanita itu mengantarkanku dalam kelemahanku, sebuah kepekaan yang sangat miskin.

Sebuha penekanan yang dibuat-buat oleh pembaca, memang tergantung pembacanya. Sedang dalam kondisi senang atau tidak senang. Tak bedanya dengan pemuja malam itu. Yang mempertanyakan sebuah hal yang belum sempat ia ungkapkan. “ahhh” gumamnya, “inikah yang namanya dimainkan hatinya” terdengar bisik bisik main hatinya Andra and The Backbone.

Selaras senyum dahulu, perlahan menghilang, perasaan menyesal pun yang datang. Sebuah puisi pun datang melalui kesuntukkan malamnya yang beruraian tak karuan

Bintang sudah menghilang

Hubungan tak lagi datang

Seloroh angin malam mentertawakan

kenangan apa yang terkesan

Mentari sungguh lama bersinar

seiring dengan kegalauan nasib perasaan

lama…lama…

terlalu malam untuk menyiangkan

Ahh, manusia memang gombal

manusia tak lagi memandang

manusia sudah menjadi jalang

untuk mereka yang menggonggong tak karuan

Sungguh berbeda kita, sungguh

Tidak ada bedanya, Iya

Laksana sebuah konsep moderat

Mudah Tumbuh, Cepat Mati


Aksi

Information

One response

28 12 2009
just ordinary human

mungkin manusia tidak bermaksut memainkan hati seorang penulis..

mungkin benar adanya manusia menjadi jalang seketika. . .
itulah yang disampaikannya bahwa cinta itu hanya dorongan yang bukan menjadi niatan tulus pada sang pencipta..

jika diijinkan manusia untuk meminta maaf .. maka akan dikatkannya seribu maaf..

tapi itu percuma karna hati yang tergores dan sakit tak mampu dengan sekejap luka dapat terobati ..

kalo kata sang penulis.. jika ad sebuah sepanduk di hadapnya maka ia akan berorasi pada manusia atas kelancangnnaya ! yang telah mengobrak abrik hatinya..
membawaanya pada dataran tinggi kemudian mendorong menjatuhkannya…

sungguh tak ada yang terlintas dalam pikir manusia apa yang harus diperbuatnya..

ia saja sedang menyelamatkan hidupnya ! rasa bersalah .. ! tentu ada dalam diri manusia, namun apa salah ketika kejujuran terungkapkan..
atau akan lebih baik kejujuran itu terpendam hingga akhir yang tak ditentukan dan sampai tidak ada yang pernah mengetahui tentang kejujuran itu?

disampaikan walau harus sakit..
atau dipendam hingga terkubur semakin dalam dalam dalam dan tak ada yang mengetahuinya. bahkan bisa jadi membbusukkk…

ataukah baik jika kejujuran yang telah diungkapkan .. akan menjadi pembersihan jiwa.. hati sehhingga batu-batu yang ada tak harus terkuburrr dan menjadi lapuk..
ataukah ketika semua telah tersampaikan maka akan ada pelangi dan hujan yang menyinari hingga takdir tuhan berbicara pada masing2 dan jalan masing2..

jika kejujuran itu tak muncul.. mungkin tak ada perkenalan yang indah .. ketika harus mengetahui mimpi-mimpi mulia dari masing2.. maka mungkin manusia tak mengenal sosok penulis dengan kelembutannya dan pemberontakannya akan hidpnya…
dan begitu juga sebaliknya..
bukan kah dari kejujuran yng menyakitkan ada keindahan yang tak terlupakan
ada doa yang tulus..
dan ada pembelajaran yang berharga?

baik mana…..?

hidup .. langit dimana tempat berharap.. bintang dan matahari tetap tak akan menjadi redup !

karna ia masih hrus melaksankan tugasnya !
matahari harus menyinari dalam kehidupan bagi banyak orang ..
dan bintang pun tetap menjadi penghias malam .. yang mampu memeberikan senyuman pada penduduk bumi yang menatapnya.. dan langit akan tetap menjadi tempat bagi matahari dan bintang hidup dan meraih mimpi2nya..

bukan begitu matahari?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: