Catatan Kecil Berproses Demokrasi di Unsoed

17 12 2009

Tidak lupa, telah 3 tahun saya berproses di dalam sebuah naungan fakultas ekonomi Unsoed, banyak pelajaran yang didapat, tidak hanya materi kuliah tetapi juga sebuah pembelajaran non-kuliah yakni, persahabatan dan kekeluargaan oleh sebuah perjuangan bersama atas nama demokrasi.

Hari ini sudah pukul 0.56 WIB dimana saya selalu berkaca diri sudah sejauh mana saya memahami sebuah konsep demokrasi, tepatnya demokrasi yang telah terlontar oleh beberapa kawan (kebebasan berpendapat, dan kebebasan dalam gerakan mahasiswa). Cerminan ini lalu turun kedalam sebuah penghayatan jati diri idealisme saya ketika, ada beberapa kawan yang gegap gempita berjuang dalam kondisi menempatkan posisi dalam sebuah gerakan bersama dengan rakyat (petani, buruh, dsb) yang memperjuangkan hak-hak mereka untuk bagian dalam memenuhi kemerdekaan manusia secara hakiki.

. Bukan lain dan bukan tidak, mahasiswa adalah pengemban amanah rakyat, ketika tidak mampu menyenderkan bahu mereka kepada sebuah perwakilan mereka di gedung megah sana.
Tetapi, masih saja ada beberapa kawan, yang dengan ketutupan nuraninya, berjuang untuk sebuah pencatatan eksistensi semata. Mereka berkumpul, dan tidak menganggap kelompok gerakan mahasiswa lain, mereka berkicau di depan publik lalu mempertanyakan legalitas gerakan mahasiswa lain, mereka tertipu oleh sebuah alur yang tak lain adalah sebuah konsep arahan birokrat disana. Tidak bisa dipungkiri bahwa hari ini gerakan mahasiswa (baca : aktivis penjilat), sudah sangat pengecut dan saling tertutup oleh sesama mahasiswa lain (mungkin termasuk kepada saya / baca:mahasiswa apatis). Secara duniawi, pantaslah jika ada pro dan kontra, tetapi mengapa tidak bisa bersatu, apakah ini hanya bagian dari eksistensi semata, yang nantinya menjadi eksistensi secara nasional, atau bagaimana ?

Kegamblangan proses demokrasi di kampus ini, sudah sangat jauh dari era ’66, ’74, ’88, ’98. Sudah gugur satu harapan mahasiswa satu, sudah hilang apresiasi harapan rakyat yang menyenderkan punggung mereka kepada mahasiswa. Tetapi sebuah kesalutan, pantaslah mereka yang tetap berjuang dengan atas nama, sebuah demokrasi yang jujur, adil, dan terbuka, serta memihak kepada rakyat.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: