Menuju Bali

4 12 2009

Tak ada yang bisa disebutkan kecuali kata indah jika kita menuju pulau dewata, pulau yang eksotis, pulau yang romantis, dan pulau yang menawan.Andre hehanusa pun pernah bernyanyi untuk sebuah pulau cantik ini, ya salah satu yang ditawarkan pulau ini adalah pantainya yang indah, dari ujung barat hingga ujung timur.

Pasir putih yang menawan dan meratap matahari yang tenggelam merupakan sebuah intuisi asli seorang manusia menuju sebuah kenangan indah, “ya” apalagi jika itu dilakukan bersama teman, sahabat, ataupun keluarga.

Hari Pertama 7/02/2009

Perjalanan ini merupakan sebuah perjalanan yang diidam-idamkan selama 6 bulan, berhubung belum pernah kesana lagi selepas sd, hahai.
Bersama seorang sahabat yaitu Lingga, pada tanggal 7, pukul 03.00 kami berdua melakukan perjalanan panjang sekitar 300 km menuju Banyuwangi, tempat ibu saya berasal. SeBelum ke Banyuwangi kami harus menuju ke stasiun Jogjakarta Lempuyangan untuk menaiki kereta Sri Tanjung jurusan Jogjakarta-Banyuwangi dengan harga tiket Rp 35.000, o iya sebelum semua itu, perjalanan kami ini adalah perjalanan irit maklum mahasiswa yang dapet duit dari beasiswa aja dan bantuan orang tua sih,,hehehe.:D
Perjalanan dari Jogjakarta yang dimulai pukul 08.00 akhirnya berakhir jua pada pukul 22.22, hufh, badan gerah, panas, enek, mual, tapi tak pakalah, toh didepan mata saya saat ini sedang memandang sebuah pulau eksotis itu, hari pertama usai dengan sebuah perjalanan kereta api yang sangat menyenangkan, banyak mengenal orang, dan banyak menguras keringat.

hari kedua 7/02/2009
Setelah makan nasi+sate ayam dan sprite pastinya kita melangkah menuju Pelbuhan Ketapang, niat awal mencari bus jurusan Jember-Denpasar agar tidak membayar lagi kapal nantinya, tapi tak apalah, akhirnya kita melangkah menuju pelabuhan gilimanuk dan dikenai tiket seharga Rp 6.000, kita melangkah kearah kapal dan segera masuk kedalam anjungan kapal. Disana kita menobrol dengan banyak penumpang lainnya, dan hup, ada sebuah tawaran menarik dari sesorang penumpang, mereka menawarkan untuk mengantar kami ke kuta, tempat homestay kami nantinya. Gemerlap lampu nan eksotis Pulau itu masih membuat satu masalah bagi kami sebetulnya, Berbagai no telepon dari berbagai homestay di daerah poppies lane I dan poppies lane II yang kami dapatkan dari blog lainnya penuh. BAGAIMANA INI?Bapak yang menawarkan itu pun datang lagi dan menawarkan untuk sekaligus mengantarkan kami ke hotel kenalanannya? Ya setuju, bayangkan kami mendapatkan hotel seharga Rp 30.000/malam, olalala senangnya, ada juga hotel super murah disana, bandingkan saja dengan daerah wisata lain seperti jogja, puncak, atau lain tempat. Kami pun sangat setuju dengan tawaran yang ada. Pukul 01.30 Kapal pun mendarat di pelabuhan Gilimanuk, ada satu penumpang lainnya yang akan ditawarkan Bapak itu kedaerah Denpasar juga tentunya. Sebelum keluar dari pelabuhan ada pemeriksaan kendaraan dan KTP, buat kalian yang mau ke Bali jangan lupa ya sama yang namanya KTP, ok selesai! mobil menuju Denpasar dan Kute tepatnya hotel, kami pun terlarut dalam kantuk yang sangat!!!o iya jangan lupa menset jam kita satu jam lebih maju karena kita berada di wilayah Waktu Indonesia TengAh(WITA), zzzzzzzzzz.. 05.00 kami sampai di sebuah hotel didaerah legian JL. Sriwijaya dan langsung mencek kamar, not bad, and not good too, itu udah murah banget maaaaan!!!
Wake UP Pukul 10.00 kami jalan ke arah legian dan kute untuk mencari rental motor, yap kami mendapatkannya sebuah motor mio dengan harga sewa Rp 40.000 per hari, kami pun tak menyianyiakan waktu, jalan ke GWK (Foto-foto, nonton kecak(free) HTM GWK Rp 20.000/per person), Monumen Ground zero, Kute lagi ), untuk pantai kute kita tidak dikenai tarif masuk hanya parkir saja, nongkrong malam di pinggir pantai(widiw dinginnya), itu dulu masih capek sih.

Hari Ketiga 8/02/2009

Cek shuttle apakah ada penyebrangan ke lombok karena memang mimi saya pengennya ke lombok, sambil makan di pecel bu tinuk ada berita yang ngomong penyeberangan padang bai-lembar ditutup, shit, mimpi pudar, berarti harus habisin Bali, gak ada waktu lagi kita jalan-jalan lagi (emang enaknya kayak gini jalan-jalan di Bali karena gak hanya Kute aja yang keren tapi semuanya keren), gak pake lama kita menuju Ubud-Tegallalang-Pasar Sukowati-Sanur-Sunsetan lagi di Kute.

Hari Keempat 9/02/2009

Pengharapan ke Lombok datang lagi, seorang sahabat di Purwokerto sms mengatakan penyeberangan bali-lombok sudah dibuka, sempat berpikir ulang dan berulang-ulang terus, estimasi uang masih terbuka untuk hidup di sana, tapi apa mau dikata daripada dipaksakan kita habiskan saja Bali kali ini, mungkin Senggigi dan Gili Trawangan next time aje deh..huhu,,Masa Rental Motor sudah abis, kita hendak memperanjang ternyata sudah ada yang membooking untuk satu bulan kedepan, o iya orang indonesia sangat dipersulit untuk peminjaman motor dikarenakan adanya ketidakpercayaan karena banyak motor yang hilang, yowis tak apa kita mencari terus hingga seluk beluk poppies I dan II, kita bertemu dengan bli ketut yang menawarkan mobilnya untuk dipakai muter-muter, berhubung last day in Bali, kita menggunakan jasanya untuk mengantarkan kami ke tanjung benoa-uluwatu-dreamland-sunsetan di tanah lot,,di Tanjung benoa kita bermain parasailing, hati-hati harga yang ditawarkan pertama sangat tidak sesuai dengan kantong lokal, dengan panduan blog yang pernah saya buka kami mendapatkan dengan harga Rp 80.000/orang, tak apalah Lombok tak Jadi saya harus bawa kenangan, dari atas kita dapat melihat garis pantai selatan Bali, di uluwatu kita dikenakan tarif Rp 3.000/orang lalu kita dikenakan kain tambahan khusus untuk yang bercelana pendek, hati=hati dengan monyet liar yang ada yang dapat mengambil segala benda yang Anda pegang khususnya kacamata, ikat rambut, dll, disini adalah tempat terluaaar biasa bagi saya beautiful moment, lanjut ke dreamland pantai yang dikelilingi bukit, katanya sih punya mas Tommy Soeharto, Kita dikenai parkir sebesar Rp 15.000(harga bule banget hehe), lanjut ke Tanah lot untuk wisata sunset terakhir, (htm Rp 7.500/orang, mobil Rp 5.000) sayang awan mendung, tapi tak apa air surut sehingga kita dapat berfoto-foto di deket pura tanah lot, ajib man. Bli ketut pun lalu mengantarkan kami ke hotel karena telah disepakati dari awal, seorang yang ramah dalam memandu kami, terima kasih bli, di hotel pun kami berkemas, mempacking berbagai keperluan yang didapatkan di pasar sukowati, dan mempacking jiwa yang telah dicas kembali. hehe maksa banget dah.

Hari kelima 10-02-2009

Penutupan menuju kepulangan kita makan dulu di selera nusantara(agak mahal nieh) lalu berbelanja lagi di Joger(harus lo kesini klo kata orang mah), lalu kita ke ubung dengan memborong taksi Rp 25.000, di Ubung kita melanjutkan bus Denpasar-Jember dengan harga tiket Rp 55.000, kami pun berpisah di bis, saya turun di Banyuwangi untuk ke rumah mbah saya dan si Lingga turun di Jember untuk langsung pulang Ke Purwokerto naik Logawa(Rp 40.500). tidurrrrrr,,capek
Hari Keenam 11-02-2009
Sms bergetar si lingga sudah di kereta dan saya pun masih diliputi kantung yang sangat, nenek yang sudah sepuh pun kembali semangat melihat cucunya yang sudah besar. hahaha, pukul 22.22 saya pulang ke Surabaya (Kereta Mutiara Timur Rp 60.000)untuk transit mengejar kereta yang ke Purwokerto, Saya naik Pasundan (Rp 29.000) lalu turun di Gombong dan melanjutkan bis ke Purwokerto (Rp 12.000). Selesai

thx for blog backpacker indonesia, Jalan-Jalan Hemat, Jalan-Jalan, Bli KEtut, Bli Afik(Backpacker Banyuwangi), Mozza (Perantau), Joger, PT.KAI yang telah menyediakan jasa angkutan murah tapi sesak, Ibu-ibu Penjual oleh-oleh di pasar sukowati yang mau ditawar sampe murah banget, Warga Pulau Dewata yang ramah, sopan, dan santun sekali, kami akan kesana kembali.

Rincian anggaran Akomodasi+transportasi

kereta ekonomi bengawan Purwokerto-Lempuyangan 26.000
kereta ekonomi Sri Tanjung Lempuyangan-Banyuwangi 35.000
Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Rp 6.000
Gilimanuk-Kute Rp 30.000
Hotel Arjuna @ 30.000/malam
Rental motor mio 40.000/hari
Rental mobil 200.000 (tergantung destinasi)
Ubung-banyuwangi by AkasAsri Rp 55.000
kereta bisnis mutiara timur Banyuwangi-Surabaya Rp 60.000
kereta ekonomi pasundan Surabaya-Gombong Rp 29.000
bis Gombong-Purwokerto Rp 12.000


Aksi

Information

2 responses

25 02 2011
asep

wow keren bgt ceritanya jd ingat aq waktu lulus smp aq ke bali jd kangeeeeen ma bali

26 02 2011
Aditya Dwi Prasetyo

ke bali lagi aja .. gampang kan ? hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: