Jakarta, kota penuh keangkuhan

25 11 2009

Kemaren malam, baru saja saya menginjakkan kaki kembali ke ibukota. Dimana disana ada tempat kelahiran saya. Beribu-ribu manusia silih berganti menginjakkan kaki kembali dar sebuah mesin uap bernama kereta api. Dalam keramahan kesunyian desa, dimana saya belajar disana. erkagumlah saya dengan segala pelosok kemajuan ibukota, dapat ilihat dari paras wanitanya, Julur rambutnya, dan segala kehidupan yang menurut saya protagonis sekali dengan tempat saya belajar di desa. Tapi ini kota bung, tempat mencari nafkah tersusah bung?? Kata seorang bapak-bapak paruh baya. Ya memang benar, disini, di Jakarta memang tempatnya mencari karier, tempat asal muasal cita-cita. Enah dari mana harapan itu dimulai, entah siapa yang memulai menyuarakan harapan-harapan itu. Kejutan dalam langkah goyangan bus berlogo garuda pun, senantiasa menunjkkan dimana sosok keangkuhan Jakarta. Tidak ada yang saling bertegur sapa, kecuali sesama keluarga, mereka sibuk dengan rutinitasnya, mereka sibuk dengan segala kelelahannya, meeka saling berebut untuk melemaskan jemari kaki mereka masing-masing. Tidak ada keraguan dalam bain in jika dibandingkan dengan kota dan desa saya tempat belajar. jauh snguh berbeda, kearifan lokalpun sangat terjaga. Sungguh berbeda di tempat kelahiranku in. Ocehan sang kornet pun akhirnya melupakan aku dalam smua, bahwa aku akan disini, setidaknya untuk menyiapkan paru-paru terkuat akibat polusi. Seenggaknya saya akan berada disini hingga minggu, hingga kembali ke pencemaran sedang di Indonesia ini. Desa yang sudah terusik dengan hegemoni kota terasing.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: