Suratan

15 11 2009

Sebuah curhatan mahasiswa yang diproletarkan oleh sebuah institusi pendidikan negeri ini. Sebuah analogi dari berbagai kisah negeri ini, mereka yang tergerus oleh suatu kebijakan demokrasi yang menghalalkan berbagai cara dalam mengisi kemerdakaan, salah satu contohnya adalah mengharumkan nama bangsa. Institusi Pendidikan pun lantas melihat ini sebagai indikator maju tidaknya pergaulan sebuah universitas. Maka mereka berlomba-lomba untuk menyelenggarakan sebuah pendidikan berbasis internasional.

Di kampus saya, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Ada sebuah model perkuliahan baru yang dimana penyelenggarannya dengan menggunakan bahasa pengantar Inggris. Mereka yang masuk didalamnya katanya jago bahasa inggris, mereka yang didalamnya katanya jago berpikir wawasan internasional, mereka yang mengajar didalamnya katanya berwawasan internasional, mereka yang melindungi penyelenggaraan ini katanya jago membuat jurnal-jurnal internasional, mereka yang membuat keputusan di pihak tertinggi itu pun tidak tahu apa-apa tentang “katanya tersebut”, mereka mungkin juga bertanya “Kenapa??” atau berucap “katanya”. hahaha. Suatu ironisme pendidikan, pendidikan dikejar dengan sebuah materi pelajaran kuliah, mereka yang mengisi perkuliahan adalah dosen-dosen yang memiliki kecerdasaan lebih tentunya, apakah mereka tak terjamah dengan pendidikan dulunya??? sehingga membuat suatu penyelenggaraan baru yang namanya Kelas Internasional tidak memiliki landasan fundamental yang kuat, yang imbasnya masyarakat dalam hal ini mahasiswa dikecewakan beribu kali. Mungkin sudah banyak mosi tidak percaya darr mahasiswa itu sendiri, mungkin juga ada mosi tidak percaya dari mereka yang cerdas-cerdas tersebut mengenai penyelenggaraan ini. Mahasiswa pun akhirnya menderita, pembiayaan yang tinggi dan juga tidak adanya perbandingan yang signifikan dari kelas yang sudah ada jauh-jauh sebelum Kelas ini dibuka. Pengenalan tataran kerja pun masih saja sama dengan kelas-kelas yang sudah ada. Suratan ini perlu dibaca dengan ketenangan batin yang sangat tinggi, sehingga kerelaksasian otak pun akan tercapai, sehingga solutif dari sifat mahasiswa pun akan terurai, menjadi sebuah bangunan kontruksi untuk memecahkan kebuntuan bersama, karena jelas ini bukanlah masalah masyarakat -mahasiswa kelas internasional- sendiri, melainkan ini adalah masalah bangsa, yang dimana bangku-bangku kuliah diperjualbelikan atas nama persaingan dunia Pendidikan bertaraf internasional, Jika gengsi semata yang diperlukan, cantumkanlah itu dalam leaflet yang tersebar. Niscaya masyarakat akan cepat mengerti arti pendidikan saat ini


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: