Sosok Dia

15 11 2009

“Konon cinta terkadang menyakitkan, tapi sering membuat senyum”

Wanita

Sosok manusia, yang merupakan bagian dari rusuk iga belahan pria. Terkandung unsur kecantikan, dan perasaan yang meliputi jiwanya. Tidak ada satu katapun dimana pria tidak membutuhkannya, Ibu tercipta karena adanya sosok wanita, begitu juga Ayah yang melindungi anak-anaknya dalam lingkungan perasaan seorang Ibu yang Wanita.  Terkadang kita – pria – melihat inilah adalah suatu pilihan yang mendasar untuk membuat bathiniah dan ragawi sesorang pria menjadi lebih sempurna. Tak ubahnya seperti sebuah cerpen kehidupan yang berujung di jalur kebahagiaan, selalu sosok pria berlindung didalam keanggunan sang wanita, sosok misterius yang selalu membuat pria curiga, pria bertanya-tanya, dan menyemangati pria. Satuan jenaka dan pesolek terkadang meliputi dalam keceriaan nyawa Wanita, yang membaut senyum pria tertawa, tak bisa diam, dan berakhir dalam ending epik lama kehidupan.

Siapa dia ???

Malam telah larut menjelang pagi, sang kokok ayam pun telah menderu-deru seperti teriakan pagi umat manusia. Gembira. Tak ada kata yang didapat ketika keraguan terjawab dalam suatu pertanyaan yang berujung jawaban. Pertanyaan yang penuh rasionalitas tentang makna hubungan si pria dan si wanita. Melihatnya saja tak kuasa menahan senyum, apalagi melihatnya dalam senyuman, takjub tak kuasa, sebuah hiperbola pun akhirnya meluncur deras dari binar-binar mata pria. Tak ada yang menyangkal saat pria dalam keadaan dilema, sang wanita lah yang akan ada disebelahnya, mencari-cari kelembutan dari sang pria, untuk dapat memerangi perasaannya sendiri. Begitulah dia, yang selalau menggelar canda, menggelar rayuan, menggelar kata-kata untuk sebuah kemuraman rasa Pria.

Lalu

Derasnya hujan, takkan menghalangi jalannya sebuah hubungan. Kerasnya petir pun takkan mampu mematahkan suatu hubungan yang benar-benar dilandaskan kejujuran, kerasionalan meskipun terkadang irasional, dan kasih. liputan wajahnya, tawanya pun sekarang sedang bermunculan berganti-ganti didepan mata keyboard sekarang. Alangkah indahnya jika rasa ini tertuang segera, memang indah sosok wanita. Tapi jangan dipuja, karena mereka dalah bagian dari kita, kita – pria – perlu menjaganya, bukan untuk mempermainkannya. Saat deru batin ini terus berpacu dalam lingkaran setan keduniawian, dialah yang kerap mengingatkan pria dalam kehidupan kelak akherat. Begitulah Sosok dia, sosok wanita yang kuidam-idamkan, untuk nanti, untuk tambatan terakhir tiap langkah hidupku, dalam suatu pelampiasan kehidupan dunia.

Ending

Sayang, sekarang telah menjadi abu, semua raga hati menjadi samar. Dia tidak bisa untuk sekarang, dia masih terpatri dalam gelap balutan hatinnya sendiri. Sosok nya pun terkadang tak bisa ditebak hingga saat ini. Si pria pun masih belum bisa mengerti tentang arti perasannya jika begini. Kesamaran ini mungkin akan berlalu jika mentari telah menimbulkan cahaya magisnya. cahaya yang memberikan kehidupan baru untuk kita – manusia – dalam mengerti tentang berartinya wanita, kegalaun ini semoga berakhir.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: