Ketidakpastian akan sebuah harapan!!!

14 11 2009

Malam tadi beberapa pemuda berdiskusi, bertopik ria, bercanda ria, dan beceloteh liar bak harimau ganas. Mereka bercerita tentnag sebuah sejarah, bukan sejarah yang indah tentunya. Mereka adalah bagian dari didikan alam, mereka masih saja berpikir ketika orang lain sedang tidur asyik dalam perangai kehidupan aktifitas manusia. Mereka rela mengeluarkan receh terkahirnya untuk sekedar membeli sebuah btang rokok, agar diksui yang ada berlanjut dengan menghasilkan sesuatu. Dalam pikiran mereka masih saja terpikirkan suatu kebijkasanaan dari suatu ilmu yang mereka pelajari dalam bangku kuliah. Ya, mereka anak kuliahan, tapi perlu digaris bawahi mereka adalah didikan alam dari terpaan bangku kuliah, dimana yang namanya primordialisme, fanatisme kedaerahaan, organisatoris bermunculan dimana-mana. Mereka tetap saja memikirkan sebuah angan-angan matang untuk sebuah perubahan. Banyak dari mereka golongan menengah keatas, hidup berkecukupan, makan enak, tidur enak, tapi entah mlai kapan mereka terbiasa melakukan hal seperti tiu. Tekanan yang bertubi-tubi pun akhirnya menciptakan sebuah batas fisik.

Mereka yang hidup dalam lingkaran dinamika kampus pun turut ikut berpartisipasi dalam menyukseskan segala event kampus. Ya, mereka organisatoris, tapi itu dulu. Mereka kini telah memikirkan kaum nasib proletar, kaum tertindas di kampusnya sendiri. Ya, itu memang ada di kampus ini, kamus yang di desa tapi dengan harga kota. Mereka yang berjuang di jalan lain pun turut menyelaraskan dinamisasinya kampus ini. Tidak terbantahkan memang arus demokratisasi yang ada sekarang ini. Haha. Mereka asyik dengan keasyikannya tesebut. Tapi tenang, beberapa pemuda tersebut masih menghisap sisa-sisa roko yang ada, memberi kehidupan mereka 3 menit lagi mungkin, memikirkan nasib rakyat yang tertindas selama negara ini merdeka.

Mereka adalah kaum perjuangan, kaawan-kawan lain pun ada yang bergerak di jalan lain. Tetapi, mereka tidak menentangnya. Satu tujuan adalah cara yang terpenting bukan??? Tapi itu tidak pasti, saat semuanya kembali kedalam catatan lembar historical, mereka -pemuda itu- adalah golongan penyabar, ingat zaman melahirkan anak zaman. Mereka selalu menyelaraskan pikiran dan hati, ketika afektif bertindak, kognitif juga ikut bertindak. Fungsi itulah yang sedang mereka pelajari, bagaimana menjalanai sebuah kehidupan ala urban di sini, di kota permai nan hijau yang tak desa lagi.

Struggle Continous


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: