ASA, RELUNG, SUKMA

14 11 2009

Pernah suatu hari, dikla awan mendung mencerna langit, menutup sekelabat awan yang telah melalui metamorfosa hari demi hari. Negasi kehidupan pun krap kali bermunculan, saat sukam seorang manusia berkalung dalam hati masing-masing.
Suatu prinsip individu dan kepentingan lah yang kerap membuat asa ini takut untuk terus melaju, merangkai relung-relung kehidupan menuju kesempurnaan manusia. Melewati kesempurnaan dunia untuk kesempurnaan akherat kelak. Tiada takdir yang dapat berbicara ketika anak manusia telah menggelorakan nasib dan angan-angannya kepada suatu nadir kehidupan prinsipnya. menggelorakan tanggannya kelangit tinggi, utuk menggapai kesempurnaan tersebut.
Tiada kata yang pernah tersentuh layaknya imaji garis differential, layaknya garis kurva-kurva yang selalu membentang dari ujung horizon ke arah vertical. Manusia adalah ciptaan Tuhan, maka aturan yang dibuat manusia sesungguhnya dapat saling menguntungkan manusia itu sendiri. Relung ini akan terhapus saat waktu ini akan menunjukkan jamnya kembali. Seperti hari ini


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: